Depok.suara.com - Aliansi Advokat Anti Hoax (A3H) dicurigai oleh
eks pengacara Bharada E, Deolipa Yumara sebagai orang-orang pendukung Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi dalam kasus pembunuhan Brigadir J.
Dugaan ini meluncur pasca pelaporan atas dirinya dengan tuduhan memberikan informasi fitnah soal Putri yang diduga berhubungan intim dengan Kuat Ma'ruf.
Deolipa dilaporkan oleh Ketua Umum A3H, Zakirudin, ke Bareskrim Polri pada Rabu (31/8/2022).
"Ini sepertinya pembelanya Putri malu sama tuan Kuat," ungkap Deolipa dalam wawancara yang disiarkan oleh salah satu stasiun TV dikutip Beritahits.id pada Senin, (5/9/2022).
Bagi Deolipa dugaan dia soal istri Ferdy Sambo dengan Kuat Ma'ruf tersebut seharusnya tidak berkaitan dengan A3H. Karena itu dirinya mengaku heran sebab dugaannya telah dipolisikan oleh sesama advokat.
"Kalau bapak melaporkan adanya fitnah, harus ada yang difitnah dong pak. Bapak kan bukan orang yang difitnah, tentunya Kuat dengan Putri. Berarti bapak pembelanya mereka ni tampak-tampaknya," ucapnya sinis.
Sementara itu pada kesempatan yang sama, ketua umum A3H, Zakirudin menilai bahwa dugaan Deolipa masuk ke dalam unsur fitnah dan juga pembunuhan karakter.
Deolipa dianggap menyimpang dalam memberikan keterangan tanpa dasar. Menurut A3H, itu justru merusak sistem dari penyidikan yang sedang berlangsung.
Akibat tuduhan Deolipa mengenai hubungan Putri dan Kuat ini berujung adanya kegaduhan di masyarakat.
Baca Juga: 3 Hal yang Harus Diperhatikan tentang Lawan Bicara
"Pidana itu harus mengungkap kebenaran jangan dirusak dengan frame frame ini justru mengganggu proses penyidikan," tutur Zakirudin.
"Kami garis bawahi bahwa yang kami laporkan adalah berkisar pada perilaku dari advokat yang menyimpang dalam pemberitaan, kami tidak bisa menyentuh yang lain," tambahnya.
Untuk diketahui, dinilai menyebar berita kebohongan, Kamaruddin Simanjuntak dan Deolipa Yumara dilaporkan ke polisi.
Laporan pada pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak dan eks pengacara Bharada E, Deolipa Yumara dalam registrasi dengan nomor: S.L/315/VIII/2022/BARESKRIM.
Pihak pelapor melampirkan barang bukti berupa tangkapan layar berita media daring.
Pelapor menduga jika pengacara keluarga Brigadir J melakukan penggiringan opini terkait berita dalam media online mengenai luka sayatan di tubuh Brigadir J.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Poliponi Bali 2026 Umumkan Line Up, Sheila On 7 Jadi Daya Tarik Utama
-
Harga BBM Pertamax Turbo hingga Dexlite Naik Hari Ini, DPR Beri Wanti-wanti
-
Selat Hormuz Dibuka Total, Iran Jamin Jalur Minyak Dunia Aman Saat Gencatan Senjata
-
TNI Berikan Penjelasan Resmi Terkait Gugurnya Seorang Anak dan Kontak Tembak dengan OPM di Papua
-
Amore Mio: Tentang Venesia, Luka yang Belum Sembuh, dan Cinta yang Datang Terlalu Pagi
-
Wamen Komdigi Soroti Bahaya AI Deepfake, Minta Konten Diberi Watermark agar Tak Menyesatkan
-
Karya Tomato Soup Raih Hadiah Utama di JCA Awards ke-54
-
5 HP Samsung dengan Chipset Snapdragon Terbaik, Performa Kencang dan Juara
-
Mesin Cuci yang Paling Irit Listrik Merek Apa? Ini 5 Model yang Worth It untuk Dibeli
-
Harga BBM RI Naik, Emas Antam Langsung Meroket