- Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan Selat Hormuz kembali terbuka untuk kapal komersial selama gencatan senjata Israel-Lebanon.
- Keputusan pembukaan jalur maritim tersebut memicu penurunan tajam harga minyak mentah global sebesar 11,5 persen di pasar energi.
- Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi akses Selat Hormuz, namun tetap mempertahankan blokade laut terhadap Iran hingga tercapai kesepakatan damai.
Suara.com - Iran memastikan Selat Hormuz kembali sepenuhnya terbuka bagi kapal-kapal komersial di tengah gencatan senjata antara Israel dan Lebanon.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada Jumat (17/4/2026) waktu setempat.
“Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka selama sisa masa gencatan,” tulis Araghchi melalui akun resminya di X dilansir dari Aljazeera.
Keputusan ini muncul setelah Israel dan Lebanon menyepakati gencatan senjata selama 10 hari.
Namun, belum ada kepastian apakah kelompok Hizbullah yang didukung Iran akan mematuhi kesepakatan tersebut.
Araghchi menegaskan, pelayaran kapal tetap harus mengikuti rute terkoordinasi yang telah ditetapkan oleh otoritas pelabuhan dan maritim Iran.
Sementara itu, pejabat militer Iran menyebut hanya kapal nonmiliter yang diizinkan melintas dengan persetujuan Garda Revolusi Iran.
Pengumuman tersebut langsung berdampak pada pasar energi global. Harga minyak mentah dunia turun tajam, dengan Brent merosot ke level 87,94 dolar AS per barel atau anjlok 11,5 persen dalam sehari.
Minyak mentah AS juga turun ke kisaran 83,33 dolar AS per barel.
Baca Juga: Sinyal Damai di Selat Hormuz: PBB Sambut Langkah Iran, Trump Masih 'Kunci' Pelabuhan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut mengonfirmasi bahwa Selat Hormuz kini terbuka penuh dan siap untuk aktivitas bisnis.
Namun, Trump menegaskan blokade laut AS terhadap Iran tetap diberlakukan hingga tercapai kesepakatan untuk mengakhiri perang.
Trump bahkan mengklaim Iran telah sepakat untuk tidak lagi menutup Selat Hormuz.
“Itu tidak akan lagi digunakan sebagai senjata terhadap dunia,” tegasnya.
Perang antara AS-Israel melawan Iran yang dimulai sejak 28 Februari lalu telah menewaskan lebih dari 3.000 orang.
Konflik ini sempat memicu penutupan Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia.
Berita Terkait
-
Sinyal Damai di Selat Hormuz: PBB Sambut Langkah Iran, Trump Masih 'Kunci' Pelabuhan
-
Selat Hormuz Resmi Dibuka Kembali, Ini Penjelasan ESDM soal Nasib 2 Kapal Pertamina
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Selat Hormuz Memanas, Indonesia Amankan Kedaulatan Pangan Lewat Kemandirian Produksi Pupuk
-
Donald Trump Gandeng Raksasa Otomotif General Motors dan Ford untuk Produksi Senjata Militer
Terpopuler
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Luka Kembali Membara: Kisah Nileh 4 Kali Hadapi Kebakaran Rumah di Kemayoran Gempol
-
Donald Trump Bentak Netanyahu: Kamu Gila?
-
Syarat Gencatan Senjata Permanen Iran, Israel Wajib Angkat Kaki dari Lebanon
-
Infrastruktur Uzur, Rano Karno Sebut Jalanan di Jakarta Masih Rawan Amblas
-
Rencana MBG di Arab Saudi, DPR: Jangan Ngide, Benahi Dulu yang Amburadul!
-
Klaim Investasi Seskab Teddy Dipreteli Guntur Romli: Menyesatkan Publik
-
Ironi Korupsi Haji: Bos Maktour Absen Diperiksa KPK Karena Sedang Ibadah di Arab Saudi
-
Tak Sesuai Fakta, Seskab Teddy Dinilai Overclaim Soal Nilai Investasi Buah Diplomasi Prabowo
-
Revisi UU Polri Disebut Tak Banyak Berubah, DPR Fokus pada 8-9 Pasal
-
Kompolnas Nilai Sanksi Saat Ini Belum Bikin Jera Polisi Terlibat Narkoba