Depok.suara.com - Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik menyampaikan perkembangan kasus penembakan Brigadir J. Dirinya menduga ada keterlibatan Putri Candrawathi dan Kuat Maruf dalam eksekusi ajudannya tersebut.
Menurutnya ada temuan baru yang menunjukan pelaku penembakan Brigadir J lebih dari dua orang. Dengan kata lain yang menembak Brigadir J bukan hanya Bharada Richard Eliezer atau Bharada E dengan Ferdy Sambo saja.
Karena itu Taufan menduga kemungkinan dua tersangka Kuat Ma’ruf dan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi ikut menembak Brigadir J. Pernyataan tentang kemungkinan tersebut diungkapnya saat menjadi tamu acara Rosi di Kompas TV.
Ketika itu Rosi Silalahi mengajukan pertanyaan pada Taufan soal pembunuhan berencana yang dilakukan lima tersangka di lantai tiga rumah Ferdy Sambo di Saguling.
"Sebetulnya kalau dalam konstitusi itu, rancangan pembunuhan (Brigadir J) itu ada di dalam kepala Sambo,” kata Taufan mulai menjawab pertanyaan Rosi.
“Ia (Ferdy Sambo) sebelumnya mendengarkan keterangan istrinya yang mengalami suatu peristiwa pelecehan seksual di Magelang,” jelas Taufan.
Kemudian Ferdy Sambo memanggil anak buahnya, Kuat Ma’ruf, Bripka Ricky (bripka RR) dan Richard (Bharada E).
Saat itu, Ricky menolak menembak. Setelah itu Bharada E menjawab mau menjalankan perintah Ferdy Sambi. “Sambo bilang kamu (Bharada E) akan saya lindungi," kata Taufan.
Taufan melihat itu berdasarkan pada rekonstruksi yang sudah dijalani lima tersangka di Saguling dan Duren Tiga.
Baca Juga: Gempar Penemuan Mayat Perempuan Berpakaian Dinas di Basement Parkir DPRD Riau
"Ini (penilaiannya) berdasar rekonstruksi ya. Di situ tidak ada cerita tentang uang,” jelas Taufan.
Kemudian tentang uang, kata Taufan baru dibahas setelah kejadian. “(Setelah penembakan) itu baru cerita tentang uang," ujar Taufan.
"Dari Sambo (mantan Kadiv Propam Polri) perancangannya,” ucap Taufan.
Kemudian Ferdy Sambo juga sudah mengakui semuanya pada Komnas HAM.
“Kepada Komnas HAM ia (Ferdy Sambo) juga mengakui, bahwa ia otak pembunuhan itu," kata Taufan.
Perencanaan pembunuhan Brigadir J dilakukan di lantai 3 di rumah Saguling. Saat itu dilakukan rapat kecil antara Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi
-
Ekonom: Rupiah Telah Melemah Lebih dari 5%
-
Carbon Trading Dinilai Jadi Senjata Baru Tekan Emisi di Indonesia
-
Ratusan Personil Turun Tertibkan Pasar Tumpah yang Sudah Beroperasi 20 Tahun di Makassar
-
Skandal di Piramida Giza! Oleksandr Usyk Menang TKO Kontroversial atas Rico Verhoeven
-
Pertumbuhan Uang Beredar Agak Tersendat, April Hanya Rp 10.253,7 Triliun
-
Perkuat Layanan Maritim Energi Nasional, PTK Jalankan Kerja Sama STS Proyek FAME 2026
-
Harga Mobil Listrik VinFast VF 8 Terjun Bebas, Fitur Krusial Apa Saja yang 'Disunat'?
-
Kebijakan Ekspor Terpusat: Harga Sawit di Kutim Hancur saat Harga Pupuk Meroket
-
Dony Tri Pamungkas Tak Takut Super League Musim Depan Tanpa Aturan Pemain U-23