Kemudian di sana juga ada Bripka RR dan Kuat Maruf yang kesemuanya kini menjadi tersangka.
Taufan mengatakan, dalam rangkaian peristiwa itu, mendengar jika istri Ferdy Sambo menjadi korban pelecehan seksual.
Meski begitu, istri Ferdy Sambo ini dianggap atau ikut terlibat dalam merencanakan pembunuhan Brigadir J bersama empat tersangka lainnya.
"Ya benar (istri Ferdy Sambo), karenanya oleh penyidik PC sekarang dikenakan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana,” kata Taufan.
Dia mengatakan jika hal tersebut adalah hak penyidik. “Dan tentu saja kita tidak campuri," ujarnya.
Setelah itu, Rosi menanyakan mengapa di banyak kesempatan Taufan mencurigai jika Brigadir J bisa saja ditembak secara bertubi tubi.
Saat rekonstruksi, terdapat dua versi. Pertama, Ferdy Sambo mengaku tidak ikut menembak Brigadir J.
Sementara Bharada E mengatakan menyaksikan Ferdy Sambo melihat menembak Brigadir J. "FS (Ferdy Sambo) mengaku tidak ikut menembak,” kata Taufan.
Akan tetapi, Taufan menemukan bukti-bukti dari autopsi maupun autopsi ulang, serta uji balistik, menemukan bahwa jenis peluru yang ditembakkan ke Brigadir J bukan satu.
Baca Juga: Gempar Penemuan Mayat Perempuan Berpakaian Dinas di Basement Parkir DPRD Riau
"Itu (penembakan ke Brigadir J) tidak mungkin dari satu senjata api. Tapi, pasti lebih dari satu senjata," kata Taufan.
Kemudian Rosi menanyakan, apakah penembak Brigadir J bisa oleh dua senjata. "Bisa jadi lebih dari dua senjata (untuk menembak Brigadir J)?," tanya Rosi.
"Bisa juga (ditembak oleh lebih dua senjata). Makanya saya munculkan juga misalnya kemungkinan ada pihak ketiga yang menembak," katanya.
Taufan mengatakan jika Komnas HAM ingin penyidik mendalami kemungkinan ada pihak ketiga yang melakukan penembakan itu.
“ Kuat dugaan iya, tapi saya belum bisa memastikan siapa ya. Pasti satu diantara yang ada di situ. Termasuk Ibu Putri, atau bisa juga Kuwat," katanya.
Atas penilaiannya itu, Taufan berharap penyidik Polri bisa mendalami lebih jauh, dengan harapan bisa menemukan alat bukti yang bisa diyakini semua pihak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Bukan Penjara, Kejaksaan Lombok Tengah Ubah Pelaku Kejahatan Jadi Tenaga Kerja Handal
-
Pesona Suzuki Smash 2026: Fiturnya Humble tapi Disukai Pengoprek Balap
-
Dedi Mulyadi Dorong Kajian Akademik Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih
-
Nissan Siapkan Pesaing Honda HR-V dan Hyundai Creta: Mesin 1300cc Pakai Turbo
-
3 Bedak Padat Murah Tahan Lama dan Anti Luntur Saat Berkeringat
-
Pertemanan Tanaman Plastik: Tampak Hidup di Story, Mati di Kehidupan Nyata
-
Bejo, Sapi Seberat 1 Ton Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo di Samarinda
-
Bukan Mistis, Ini Cara Keren Fadli Zon Kenalkan Keris ke Generasi Digital
-
Selat Solo Bisa Jadi Inspirasi Menu Idul Adha Selain Gulai
-
Bulog Ajak Mahasiswa dan Kampus untuk Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan