- AirAsia X mengoptimalkan jaringan rute untuk menjaga efisiensi operasional akibat lonjakan harga bahan bakar avtur global.
- Maskapai mengurangi frekuensi penerbangan rute Surabaya ke berbagai kota di Sulawesi mulai tanggal 6 April 2026.
- Kenaikan harga avtur dipicu oleh konflik geopolitik antara Iran dengan Amerika Serikat serta pihak Israel.
Suara.com - Maskapai penerbangan AirAsia X mengambil langkah strategis untuk mengoptimalkan jaringan rute domestik dan internasionalnya. Keputusan ini diambil sebagai respons atas dinamika harga bahan bakar pesawat (avtur) serta situasi geopolitik dunia yang tengah memanas.
Chief Commercial Officer AirAsia X, Amanda Woo, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini fokus melindungi rute-rute dengan permintaan pasar yang tinggi agar operasional tetap efisien.
“Untuk AirAsia Indonesia, kami sedang melakukan optimasi pada rute-rute tertentu, terutama kami melindungi rute-rute yang memiliki permintaan tinggi,” ungkap Amanda Woo dalam konferensi pers daring, Senin (6/4/2026).
Salah satu bentuk optimasi tersebut menyasar rute penerbangan domestik yang baru saja diluncurkan pada 7 Maret 2026, yakni konektivitas dari Surabaya (SUB) menuju berbagai kota di Sulawesi seperti Makassar (UPG), Kendari (KDI), Luwuk (LUW), dan Palu (PLW).
Amanda menyebutkan bahwa frekuensi penerbangan pada jalur Surabaya-Sulawesi tersebut sedang masuk tahap rasionalisasi.
“Dari segi penerbangan dua kali sehari, kami akan kurangi menjadi penerbangan harian atau mingguan,” tambahnya.
Meski terjadi pengurangan frekuensi, Amanda memastikan bahwa konektivitas antarkota di kedua wilayah Indonesia tersebut tetap terjaga dan tidak akan terputus.
Langkah efisiensi ini dipicu oleh meroketnya harga avtur dunia per April 2026 yang menembus angka 150 hingga 200 dolar AS per barel. Lonjakan ini merupakan imbas langsung dari ketegangan konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Group CEO AirAsia X, Bo Lingam, mengungkapkan bahwa harga avtur global saat ini sudah melonjak lebih dari dua kali lipat jika dibandingkan dengan rata-rata harga pada tahun 2025.
Baca Juga: Harga Avtur Naik 70%, Nasib Tarif Tiket Pesawat Gimana?
“Di tengah tekanan geopolitik dan gangguan rantai pasok, harga avtur global telah melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2025. Untuk menjaga keberlanjutan operasional, kami melakukan penyesuaian tarif secara terukur, termasuk penerapan fuel surcharge satu kali di seluruh jaringan,” pungkas Bo Lingam.
(Antara)
Berita Terkait
-
Harga Avtur Naik 70%, Nasib Tarif Tiket Pesawat Gimana?
-
Siap-siap! Tarif Tiket Pesawat Berpotensi Semakin Mahal
-
Pasar Pengalaman Wisata Diproyeksi Tembus 342 Miliar Dolar, Atraksi Jadi Daya Tarik Baru Traveler
-
Kapal Tangker Bermuatan Avtur Alami Kendala di Perairan Pantai Glagah, Distribusi Dipastikan Aman
-
Kantongi Sertifikat, Pertamina Bisa Jual Avtur dari Minyak Jelantah Secara Global
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
Terkini
-
Ekonom: Investor Butuh Kepastian Hukum di Indonesia, Bukan Sekedar Insentif!
-
Ekonom Beri Peringatan Soal Kebijakan B50: Lihat Peluang yang Dikorbankan
-
Ditantang Putusan MK, Bakom Ungkap Alasan 30 Wamen Tetap Jabat Komisaris BUMN
-
IHSG Berpeluang Sentuh 6.000 Pekan Depan, AVIA hingga JPFA Bisa Jadi Pilihan
-
BEI Usul Ubah Batas Auto Rejection Saham, Simak Aturan Terbarunya
-
Harga Minyak Dunia Bakal Turun Besar-besaran, 'Tandanya' Sudah Muncul
-
Jadwal Cum Date 6-7 Juli 2026 dan Daftar 19 Saham Bagi Dividen Minggu Ini
-
Sambut HUT ke-28, Bank Mandiri Kembali Gelar Donor Darah Serentak di 12 Region
-
Bank Jago Fokus Inovasi Fitur untuk Gaet Nasabah, Gimana Kinerja Sahamnya?
-
BBKP Pangkas Jumlah Karyawan dan Tutup Kantor Cabang, Ini Penyebabnya