Depok.suara.com, Belasan warga yang menjadi korban kebakaran gudang JNE mengamuk dan marah marah kepada manajemen salah satu pabrik di Jalan Raya Bogor Kecamatan Cimanggis.
Warga yang rumahnya berada dibelakang gudang JNE RW 02 Kelurahan Curug mengamuk lantaran pihak manajemen pabrik tersebut melarang dua unit mobil ambulan tidak boleh parkir di halaman pabrik.
Kejadian berawal saat dua unit mobil ambulan salah satunya bertuliskan PMI Kota Depok hendak masuk dan ingin parkir di halaman pabrik.
Dua ambulans tersebut tersebut parkir di halaman pabrik karena di lingkungan warga tidak memungkinkan. Namun saat hendak parkir tidak diperkenankan oleh manajemen pabrik.
Melihat pelarangan tersebut warga yang saat itu tengah istirahat lalu berduyun duyun mendatangi pintu samping pabrik.
Saling dorong dan adu mulut sempat terjadi namun kericuhan tidak meluas berkat adanya petugas Kepolisian Polsek Cimanggis yang berjaga di lokasi.
Salah satu warga Alien atau Kia mengatakan, warga kesal karena pihak manajemen pabrik tidak mengizinkan mobil ambulan parkir di halaman samping pabrik.
"Warga kami sejak pagi sudah cape sekali, masa mau parkir mobil ambulan saja tidak boleh,"katanya.
Tidak hanya melarang mobil ambulan warga juga tidak boleh meletakang barang barang didalam halaman pabrik saat kejadian kebakaran.
Baca Juga: Menang Gugatan, Warga Padang Desak Presiden Jokowi Kembalikan Utang Negara Rp 62 Miliar
Dia menambahkan manajemen perusahaan pabrik dinilai tidak memiliki toleransi kepada warga korban kebakaran.
"Mana kontribusi perusahaan saat warga yang ada disebelahnya mengalami kesulitan, untuk menaruh barang saja ngak boleh,"katanya.
Alien mengatakan ada tiga rumah warga yang terbakar dampak dari kebakaran gudang JNE.
Sementara itu, Pihak JNE menyampaikan permohonan maaf atas kebakaran yang terjadi di gudang yang terletak di Jalan Pekapuran, Cimanggis Depok.
JNE juga meminta maaf kepd masyarakat yang berada di sekitar lokasi.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas terjadinya musibah ini, khususnya kepada masyarakat yang berada di sekitar lokasi kejadian,” kata Head of Media Relation Department JNE, Kurnia Nugraha.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Siasat Busuk Eks Anggota Ombudsman Yeka Hendra Bela Mafia CPO Terbongkar, Kini Resmi Masuk Bui!
-
Kematian Kucing Kesayangan Jadi Pertanda, Kisah Pilu di Balik Pembunuhan Gadis Bogor
-
Jelang Libur Idul Adha, Promo Alfamart Bikin Kalap: Sosis Korea Rp5.900 hingga Kanzler Murah
-
Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras: Nekat Titip Siswa di Sekolah Maung, Kepsek Langsung Dipecat
-
Diduga Gara-gara Kopi, Menantu di Empat Lawang Tega Habisi Ibu Mertua lalu Buang ke Sungai
-
Cekcok Pinjam Uang Rp600 Ribu Berujung Maut, Misteri Jasad Wanita di Pohon Melinjo Terungkap
-
Polisi Ungkap Motif Keji di Balik Temuan Jasad Wanita di Cipocok Jaya Serang
-
PTBA Sabet Diamond PROSPER A IRCA 2026, Perkuat Budaya Kepatuhan dan Tata Kelola
-
Masjid Al Afghani Tak Kunjung Rampung, DPRD Sukabumi Desak Dinas Perkim Transparan Soal Anggaran
-
Review 5 Sepatu Lari Lokal yang Katanya 'Tiru' Brand Luar, Mirip atau Beda Jauh?