/
Senin, 12 September 2022 | 23:09 WIB
Yuni Shara (Yuni Shara/Instagram)

Depok.suara.com - Penyanyi Yuni Shara pernah mengaku dirinya tidak pernah orgasme dalam berhubungan seksual, bahkan sampai berpura-pura menikmati dalam hubungan seksual.

Hal ini dilatarbelakangi dirinya yang pernah mengalami kekerasan  dalam rumah tangga (KDRT) di pernikahan pertamanya dengan Raymond Manthey.

Ternyata KDRT ini bisa memberikan luka terdalam bagi kakak dari Krisdayanti ini hingga sekarang, bahkan pernikahannya kala itu hanya bertahan selama empat bulan.

"Dari aku nikah pertama, aku sudah di-KDRT setiap hari. Karena itu, aku masih muda dan itu sangat membekas," kata Yuni Shara saat menjadi bintang tamu podcast Deddy Corbuzier pada 2019.

Berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, satu dari setiap tiga perempuan mengalami kekerasan hubungan seksual di seluruh dunia.

Sementara itu dari penelitian yang dilakukan di India, menunjukan lebih dari setengah perempuan yang disurvei mengalami pelecehan dari pasangan mereka. Tidak tanggung-tanggung dari dua pertiga lelaki mengaku telah melakukan kekerasan pada istri dan pasangan mereka.

Mengutip The Swaddle mengutip, Senin (12/9/2022) kekerasan seksual atau KDRT adalah masalah yang kompleks dan perlu penanganan ekstra, apalagi bagi korban cukup sulit untuk pergi meninggalkan pasangan.

Bahkan tidak jarang korban kekerasan seksual atau KDRT menganggap hubungan tidak sehat sebagai hal wajar dan normal. Hasilnya korban malah menyangkal mereka sebagai penyintas, yang mempengaruhi keberlangsungan hidup mereka.

Untuk bisa meninggalkan pasangan, korban harus menyiapkan berbagai hal seperti memiliki pekerjaan, tabungan mandiri, tempat tujuan hingga keluarga, teman yang membantu.

Baca Juga: Kilas Perjalanan Forum Breach yang Naik Daun Akibat Aksi Bjorka

Hasilnya jika hal di atas tidak dimiliki atau terpenuhi, maka korban lebih sulit untuk melarikan diri atau pergi dari pasangan pelaku kekerasan seksual atau KDRT.

Parahnya, tidak sedikit juga korban kekerasan seksual atau KDRT menganggap dirinya memiliki kesalahan, sehingga pantas mendapatkan perilaku tersebut.

Perilaku pelaku yang terus merendahkan kemampuan materi, kecerdasan hingga kemandiriannya, hasilnya menghancurkan kepercayaan diri korban yang akhirnya merasa terjebak.

Hasilnya kekerasan seksual dan KDRT terus berulang dari yang tadinya hanya pelecehan seksual, menyebabkan kerusakan tubuh, mental bahkan bisa hingga mengancam nyawa.

Sumber: Suara.com

Load More