Depok.suara.com - Banyaknya varian makanan dan kue di Indonesia tidak perlu dipertanyakan lagi. Salah satu yang unik adalah kue peler berdebu.
Kue ini dinamakan kue peler berdebu karena bentuk dan teksturnya dianggap seperti 'Anu'nya laki-laki. Berbentuk bulat utuh dan bertekstur lembek, banyak masyarakat Kepulauan Seribu menganggap bentuk kue tersebut sekilas mirip 'Anu'nya laki-laki.
Meski terdengar vulgar, nyatanya kue peler bedebu merupakan makanan khas asal Kepulauan Seribu. Kue ini pada dasarnya terbuat dari campuran ubi sehingga teksturnya lembut. Siapa sangka? Jajanan tradisional ini menjadi salah satu camilan manis favorit masyarakat di sana.
Dikutip dari wikipedia, kue peler bedebu sudah ada sejak tahun 1970 dan merupakan jajanan pasar khas Kepulauan Seribu.
Konon, masyarakat Kepulauan Seribu menamakan kue ini dengan ‘peler bedebu’, karena memiliki bentuk yang dianggap aneh. Bulat utuh dan teksturnya lembek, sehingga banyak yang beranggapan sekilas bentuk kue tersebut mirip 'Anu'nya laki-laki.
Sebenarnya kue 'peler bedebu' ini adalah kue klepon, mempunyai rasa dan tekstur yang sama. Hal yang menjadi pembeda kue ini hanyalah asal usul cerita penyebutannya saja.
Dalam pembuatannya, kuliner tradisional ini menggunakan bahan baku utama ubi jalar. Sebelum dibentuk, ubi tersebut ditumbuk dan dicampur tepung sagu. Setelah tercampur rata, barulah kemudian diisi dengan gula merah dan dibentuk bulat.
Untuk mematangkannya, kue ini perlu dikukus terlebih dahulu. Ketika sudah matang barulah kue tersebut diselimuti parutan kelapa. Benar-benar seperti klepon, bukan?
Kue ini sering ditemukan di pinggir Pulau Pramuka dan Pulau Panggang. bahan dasar kue tersebut rupanya kini sulit cukup ditemukan. Hal ini dikarenakan ubi, tepung sagu, serta kelapa parut cukup sulit ditemukan di Kepulauan Seribu. Sehingga masyarakat setempat tak dapat membuatnya sebagai kudapan sehari-hari.
Baca Juga: Pengadilan Negeri Jaksel Izinkan Nikah Beda Agama, Cinta Laura: Sudah Seharusnya!
Karena itu, kebanyakan orang yang ingin membuat kue 'peler bedebu', harus rela menyeberang ke Jakarta Utara dahulu untuk membeli bahan-bahan tersebut.
Wah, ternyata untuk menikmati kue unik ini saja, mereka harus melakukan perjuangan yang cukup menguras tenaga ya?!
Penulis : Panji R.A
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
Terkini
-
Park Hang-seo Bangga Korea Selatan Menang di Laga Perdana Piala Dunia 2026
-
Listrik Sejumlah Wilayah Jawa Padam, Mas Bahlil Bilang Masalahnya di PLN
-
Harga Paket Nonton Piala Dunia 2026 di MAXStream, Mulai Rp 25 Ribu Bisa Nonton Sepuasnya!
-
Siasat Licik Ordal: 26 Karyawan PT GGP Kompak Kuras Solar Perusahaan Berbulan-bulan
-
Masih Pakai TV Analog atau Tabung? Ini Cara Nonton Piala Dunia 2026 Gratis Gambar Jernih
-
Nova Arianto Siapkan Rotasi Besar, Timnas Indonesia U-19 Turunkan Wajah Baru Saat Hadapi Kamboja
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
FolaPlay Punya Siapa? Aplikasi Streaming Piala Dunia 2026 Banjir Keluhan di Play Store
-
WALHI 'Semprot' Pemprov DKI: Bukannya Perluas Akses Transportasi Umum, Malah Naikkan Tarif
-
BYD Incar Tahta Tertinggi Mobil Laris Milik Toyota, Target 5 Tahun