/
Sabtu, 17 September 2022 | 19:15 WIB
Collage potret Hacker Bjorka dan Luhut Binsar Pandjaitan. (Twitter/ bjorxanism & Suara.com)

Depok.suara.com - Sosok hacker Bjorka terus menyita perhatian publik setelah mengklaim bisa meretas dokumen negara yang dilabeli rahasia, salah satunya adalah berkas surat-menyurat presiden dengan Badan Intelijen Negara (BIN).

Karena aksi ini Presiden Jokowi bahkan sampai membentuk Tim Khusus untuk melacak keberadaan Bjorka. Polisi bahkan telah menetapkan pemuda dari Madiun atas nama Muhammmad Agung Hidayatullah yang disebut membantu Bjorka. 

Tetapi politikus Gerindra, Arief Poyuono malah meminta publik agar tidak terlalu khawatir dengan aksi Bjorka tersebut. Bahkan dirinya menyakini data-data yang diretas oleh hacker tersebut data palsu.

"Jangan percaya sama @bjorkanism karena data data presiden, BIN, dan data penduduk yang di hack itu semua data palsu lho. Menkominfo engga perlu kebakaran jenggot," ujarnya melalui akun Twitter pribadinya, dikutip Suara.com, Jumat (16/9/2022).

Dirinya pun mengaku tidak terlalu terkesan dengan data-data yang dibocorkan oleh Bjorka. Bahkan, Poyuono menantang sang hacker untuk membuka sebuah data yang sangat ditunggu masyarakat Indonesia, yaitu big data.

Diketahui big data merupakan pernyataan Menko Marives Luhut Binsar Pandjaitan ketika ramai isu Presiden Joko Widodo menjabat tiga periode. 

Kala itu Luhut mengklaim ada 110 juta orang yang menyepakati bila Jokowi menjabat selama tiga periode. Sehingga dukungan terhadap wacana tersebut bagi Luhut sangat wajar. 

"Coba Bjorka bisa engga ngehack big datangnya Pak Luhut Panjaitan... yang katanya masyarakat pingin Kangmas @jokowi lanjut 3 periode," cuit Poyuono.

Sumber: Suara.com

Baca Juga: Gendong Bayi di AS, Nagita Slavina Perkenalkan Adik Rayyanza: Namanya Cimung

Load More