Suara.com - Perubahan iklim mendorong pemerintah dan peneliti mengubah cara kerja dalam merumuskan kebijakan pembangunan. Tantangan iklim yang berdampak pada sektor ekonomi dan sosial dianggap terlalu kompleks untuk diselesaikan hanya melalui satu disiplin ilmu atau satu sektor saja.
Hal tersebut menjadi sorotan dalam diskusi Knowledge and Innovation Exchange (KIE) Jakarta Summit 2026 yang menekankan pentingnya pendekatan interdisipliner dan inklusi sosial dalam mempercepat target pembangunan nasional.
Berdasarkan studi Australian Council of Learned Academies (ACOLA), banyak tantangan pembangunan saat ini membutuhkan kolaborasi lintas bidang agar solusi yang dihasilkan lebih relevan dan berdampak nyata.
CEO ACOLA, Prerana Mehta, mengatakan penelitian interdisipliner bukan sekadar menggabungkan berbagai keahlian, tetapi juga menghasilkan kebijakan yang lebih dapat diterapkan.
“Penelitian interdisipliner penting karena menghasilkan pengetahuan yang lebih relevan, lebih dapat digunakan, dan lebih mungkin memengaruhi keputusan yang penting,” ujarnya.
Pendekatan Inklusif dalam Perumusan Kebijakan
Kemitraan Australia-Indonesia melalui KONEKSI juga mendorong pendekatan riset yang mengedepankan prinsip GEDSI atau Kesetaraan Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial.
Prof. Juliet Willets menilai pendekatan inklusif penting agar kelompok marginal memiliki ruang setara dalam proses pengambilan keputusan.
Sementara itu, Direktur Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Kementerian PPN/Bappenas, Endang Sulastri, mengatakan keterlibatan pemerintah sejak awal penelitian menjadi faktor penting dalam mendorong lahirnya kebijakan berbasis bukti.
Baca Juga: Menyoal Urgensi Anggaran Sepatu Sekolah Rakyat, Apa Sebenarnya Prioritas Pendidikan Kita?
“Kemitraan riset membantu kami memformulasikan kebijakan berbasis bukti yang relevan dengan kebutuhan nyata dan mempertimbangkan visibilitas fiskal,” jelasnya.
Melalui pendekatan lintas disiplin dan kolaborasi berbagai sektor, pemerintah dan peneliti berharap solusi pembangunan yang dihasilkan tidak hanya tangguh menghadapi krisis iklim, tetapi juga lebih inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Penulis: Vicka Rumanti
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Kisah Penjaga Perlintasan di Jogja: Lari Kibarkan Bendera Merah Hentikan Kereta saat Ada Mobil Mogok
-
Tewas Dalam Kebakaran, Jenazah Anggota BPK Haerul Saleh Dimakamkan di Kolaka
-
Mampu Serap Banyak Karbon, Lahan Gambut Jadi Fokus Penelitian Global Untuk Perkuat Kebijakan
-
Dikenal Baik dan Suka Menolong, Menteri Koperasi Ngaku Sering Tukar Pikiran dengan Haerul Saleh
-
Haerul Saleh Wafat dalam Tragedi Kebakaran, Mentan: Beliau Selalu Mengedepankan Kepentingan Bangsa
-
Polemik Anggaran Pendidikan! JPPI Sebut Jutaan Guru Hidup dengan Upah Tak Layak
-
Kasus Pelecehan Santri Pati: Selly Gantina Ingatkan Bahaya Sembunyikan Pelaku
-
Gus Ipul Konsultasi Soal Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Rp 27 Miliar ke KPK
-
Peneliti Ungkap Hubungan Penyusutan Danau Turkana dengan Aktivitas Gempa Bumi
-
JPPI Kritik Keras SE Mendikdasmen, Guru Honorer Terancam Tersingkir dari Sekolah Negeri