/
Rabu, 21 September 2022 | 15:45 WIB
Anak SLB dibully sekelompok pemuda. (Instagram/ kabarnegri)

Depok.suara.com - Pelaku kasus bullying anak berkebutuhan khusus yang juga siswa SLB, kini telah ditangkap jajaran Polresta Cirebon. Diketahui, pelaku bullying anak SLB di Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon itu, berjumlah tiga orang. Dua diantaranya sudah lebih dulu diamankan sejak tadi malam.

Sementara satu pelaku bullying anak SLB tersebut, baru akan diamankan dari rumahnya di salah satu desa di Kabupaten Cirebon.

"Pelaku ada 3 orang, yang dua itu menginjak korban. Nah yang satu itu merekam dan mengunggah ke media sosial," kata Kapolresta Cirebon, Kombes Arif Budiman mengutip dari berbagai sumber, Rabu, (21/9/2022).

Kejadian ini memancing beragam komentar netizen. Banyak yang kesal dengan pelaku pembukuan tersebut.

"Di sekolahkan tapi tidak bisa merubah akhlak," ujar seorang warganet.

"Pelajaran ya untuk semua siswa yang merasa gagah. Belajar kemanusiaannya di tingkatkan, manusia itu punya hati," kata lainnya.

"Wah, pelaku yang ngerekam, makasih karena anda telah menjebloskan diri anda sendiri, kita jadi tau, kalau ga di rekam gini kita ga tau sampai kapan anak itu jadi sasaran bully kalian," pungkas warganet.

Sebelumnya, diberitakan seorang siswa SLB yang berkebutuhan khusus dianiaya oleh siswa SMA di sebuah areal persawahan Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon.

Siswa SLB yang diketahui bernama Zaki, tetap dianiaya oleh seorang siswa SMA di Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon meski dirinya sudah menangis histeris.

Baca Juga: Aplikasi WhatsApp Ada Fitur Baru, Pesan Teks yang Sudah Dikirim Bisa Diedit Lagi

Keluarga menyesalkan tindakan penganiayaan dan perundingan oleh siswa SMA tersebut. Dalam video yang viral di media sosial, terlihat siswa tersebut menggunakan kakinya dan ditempelkan di punggung Zaki.

Sembari merokok, tindakan tersebut dilakukan berulang-ulang. Sementara Zaki terus menangis. Tidak berhenti di situ, pelaku menaiki pundak Zaki dan menginjak dengan kedua kakinya.

Belum diketahui kapan peristiwa tersebut terjadi. Walaupun korban menangis, pelaku tetap menganiaya korban dengan sadis bahkan tertawa senang.

Load More