Depok.suara.com - Sebagian penerima bantuan langsung tunai (BLT) BBM dan sembako di Desa Cikakak, Banjarharjo, Kabupaten Brebes, mengeluhkan soal penarikan iuran Rp 100 ribu untuk acara sedekah bumi atau bumian tahun 2023.
Seperti dikutip dari berbagai sumber, Kamis (22/9/2022), sepulang dari kantor pos, usai mencairkan bantuan, penerima bantuan itu menyerahkan iuran Rp 100 ribu ke masing-masing ketua RT. Salah seorang penerima bantuan itu adalah Wasti (70), janda yang kerjanya buruh serabutan.
Wanita ini mendapat bantuan total Rp 500 ribu dengan rincian Rp 300 dari BLT BBM dan Rp 200 ribu untuk sembako. Uang itu dia ambil pada Kamis (15/9/2022) lalu di kantor pos. Anak Wasti, Cayem (46), mengatakan, setelah menerima uang bantuan itu, dia mengantar uang Rp 100 ribu ke rumah Ketua RT, Maryam. Cayem pun mendapat kuitansi.
"Saat itu Ketua RT menyampaikan bahwa setelah sampai di rumah akan ada penarikan iuran untuk sedekah bumi (bumian) tahun depan. Setelah pulang, uang BLT sebesar Rp 100 ribu diantar ke rumah Ketua RT. Ini ada kuitansinya," kata Cayem, Sabtu (17/9/2022).
Cayem mengaku keberatan dengan penarikan iuran sedekah bumi itu. Sebab, acara sedekah bumi masih lama, yaitu Agustus 2023. Sedangkan, uang bantuan itu sangat dibutuhkan ibunya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Mengingat, sebagai lansia, ibu Cayem sudah jarang bekerja.
"Kalau bisa dibilang keberatan ya keberatan. Tapi karena katanya sudah jadi kesepakatan ya saya nurut saja. Uang Rp 100 ribu itu kan lumayan, karena ibu saya itu sudah jarang kerja, karena sudah lansia. Jarang dapat kerjaan bantu-bantu orang yang punya hajatan," terang Cayem.
Penerima BLT lainnya, Waris (38) juga menyerahkan iuran serupa. Namun ia mengaku tidak menerima kuitansi dari Ketua RT. Ia mengaku terpaksa iuran karena ada anjuran dari ketua RT bahwa iuran itu demi acara di desanya.
"Cuma diminta iuran saja, tidak ada kuitansi. Warga lain yang menerima BLT juga katanya dimintai iuran itu," ungkap Waris.
Sementara itu, Ketua RT 10 RW I Desa Cikakak, Maryam, mengatakan penarikan iuran itu merupakan kesepakatan dari para Ketua RT di desanya. Nantinya uang iuran hasil penarikan itu akan digunakan untuk pelaksanaan sedekah bumi tahun depan.
Baca Juga: Tanya Pakar: Kenapa Ada Orang Bisa Alergi Makanan atau Bahan Pengawet?
"Nanti uangnya diambil oleh koordinator Ketua RT, dikumpulkan untuk bumian. Di RT saya ada 8 orang yang menerima BLT. Uang iurannya juga masih di saya Rp 800 ribu, belum disetorkan," kata Maryam.
Sementara itu, Sekretaris Desa Cikakak, Samingan menuturkan di desanya ada sekitar 509 orang yang menerima BLT BBM yang berbarengan dengan penyaluran BPNT. Terkait isu pemotongan, Sekdes Cikakak menegaskan itu bukan pemotongan tapi iuran.
"Jadi mumpung ada momen pencairan BLT, sekalian kita minta iuran untuk kegiatan sedekah bumi dan perayaan HUT RI tahun depan. Jadi tidak ada pemotongan," tandas Samian.
Samian mengatakan, inisiatif penarikan iuran itu datang dari tiap ketua RT di Desa Cikakak. Menurut dia, pihak desa tidak pernah menginstruksikan penarikan uang warga penerima BLT.
"Desa sama sekali tidak tahu menahu soal penarikan itu. Ide itu dari ketua-ketua RT. Lagi pula tidak semua penerima BLT ditarik iuran. Hanya yang bersedia saja dan tidak ada paksaan," ucapnya.
Ia juga menerangkan, tak hanya yang mendapat BLT, orang yang mampu secara ekonomi juga akan dimintai iuran untuk sedekah Bumi.
"Nanti orang yang ekonominya di atas atau orang yang mampu juga akan ditarik iuran untuk sedekah bumi. Dalam waktu dekat panitia sedekah bumi akan dibentuk," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Respons Pep Guardiola Soal 4 Pemain Man City Puasa Ramadan Lawan Real Madrid di Liga Champions
-
Keluarga Virgoun Respons Kabar Lindi Fitriyana Hamil di Luar Nikah
-
Di Antara Seteguk Air dan Sebutir Kurma
-
Cari HP Budget 5 Jutaan? Ini 5 HP Spek Flagship Paling Masuk Akal
-
5 Rekomendasi Toner untuk Melembapkan Wajah yang Kering Selama Puasa
-
Membangun Fondasi Masa Depan, BGN Fokus Intervensi Gizi di Dua Titik Kritis Anak
-
KPK Geledah Rumah Eks Pj Sekda Pati, Dalami Kasus Suap Jabatan Desa yang Jerat Sudewo
-
Sulit Tembus Skuad Utama, Elkan Baggott Didesak Tinggalkan Ipswich Town Musim Depan
-
Industri Kripto di Dalam Negeri Tumbuh Lebih Sehat Usai Bursa CFX Pangkas Biaya Transaksi
-
Jakarta Ramadan Festival 2026, Bundaran HI Tampil Bercahaya Selama Bulan Suci