/
Senin, 26 September 2022 | 17:13 WIB
andi arief partai demokrat (Suara.com/Ummi Hadyah Saleh)

Depok.suara.com - Ketua Bappilu DPP Partai Demokrat Andi Arief membuat pernyataan yang membuat heboh media sosial dan kalangan awak media. Potongan video yang berdurasi 1 menit 51 detik itu memuat pernyataan Andi Arief soal dinamika perpolitikan jelang Pilpres 2024.

Dilihat Suara.com, Andi Arief pada video tersebut tampak sedang duduk berbicara dengan mengenakan pakaian biru muda di wawancarai seseorang. Video itu berlabel kalimat "Jiwa Demokrat".

Dirinya kemudian membahas soal adanya dugaan penggunaan penegak hukum untuk urusan politik. Namun, dirinya tidak mendetail soal pemanfaatan penegak hukum tersebut kapan dilakukan.

"Jadi arah ke sana, memanfaatkan aparat penegak hukum, sangat mungkin bisa terjadi," kata Andi Arief dalam video yang beredar dilihat Senin (26/9/2022).

Bahkan dirinya juga sempat menyinggung peluang Ketua DPP PDIP Puan Maharani maju di Pilpres 2024 mendatang. Baginya, semua pihak sebenarnya berani saja menghadapi Puan dalam Pilpres.

Karena semua pihak, jelasnya, sangat yakin bisa mengalahkan Puan bila dirinya tetap ngotot maju dalamPilpres. Namun, menurutnya, keberanian semua pihak itu akan urung terjadi, jika lawan politik mulai ditangkapi dan petinggi parpol lain diancam.

"Kalau PDIP menawarkan Puan Maharani, hanya satu yang membuat Puan Maharani menang, semua ditangkapi saja," tuturnya. 

Adapun saat dikonfirmasi langsung oleh wartawan Andi meminta video tersebut agar tak dikutip.

Ia juga turut mencuit soal video beredar tersebut. Menurutnya video itu hanya ditujukan untuk pihak internal. Ia juga khawatir jika dikutip ada beberapa bagian dipotong dan akhirnya menimbulkan salah paham.

Baca Juga: DPR Cecar Bos Garuda: Potong Semua Moral Hazard

"Sehubungan dengan beredarnya video wawancara saya, mohon untuk tidak dikutip. Pertama, itu buat internal. Kedua, ada beberapa bagian yg dipotong dan bisa membuat salah paham," cuit Andi Arief dalam Twitternya, Senin (26/9/2022).

Sumber: Suara.com

Load More