/
Minggu, 02 Oktober 2022 | 12:05 WIB
Menkopolhukam Mahfud MD saat jumpa pers di Gedung Kemenkopolhukam, Rabu (14/9/2022). (Suara.com/Rakha Arlyanto)

Depok.suara.com - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopulhukam) Mahfud MD angkat bicara soal tragedi Kanjuruhan yang terjadi pasca laga BRI Liga 1 antara Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu, 1 Oktober 2022. 

Dirinya menduga ada beberapa kesalahan panitia yang membuat kejadian ini memakan korban 127 orang meninggal. Karena menurutnya sebelum pertandingan aparat sudah mengantisipasi melalui kordinasi dan usul-usul teknis di lapangan.  

Hal ini diutarakan seperti soal jadwal pertandingan agar dilaksanakan sore hari bukan malam hari dan jumlah penonton agar dikurangi dari kapasitas stadion maksimal 42 ribu penonton menjadi 38 ribu saja.

"Tapi usul-usul itu tidak dilakukan oleh panitia yang tampak sangat bersemangat," kata Mahfud yang dimuat Antara 2 Oktober 2022.

"Pertandingan tetap dilangsungkan malam dan ticket yang dicetak jumlahnya 42 ribu."

Selain itu Mahfud juga menjelaskan bahwa insiden di Stadion Kanjuruhan bukanlah bentrok antar suporter. Karena Bonek, fans Persebaya Surabaya telah dilarang hadir ke Malang. 

"Perlu saya tegaskan bahwa tragedi Kanjuruhan itu bukan bentrok antara suporter Persebaya dengan Arema. Sebab pada pertandingan itu suporter Persebaya tidak boleh ikut menonton," kata Mahfud. 

Menurut dia, para korban itu umumnya meninggal karena desak-desakan, saling himpit, dan terinjak-injak, serta sesak nafas.

"Tak ada korban pemukulan atau penganiayaan antarsuporter," kata Mahfud.

Baca Juga: Diduga Jadi Sebab Tragedi di Kanjuruhan, Dokter Ungkap Bahaya dan Dampak Penggunaan Gas Air Mata

Mahfud menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan berharap mereka bersabar, serta terus berkordinasi dengan aparat dan petugas pemerintah di lapangan. Pemerintah Daerah Kabupaten Malang, kata dia, akan menanggung biaya rumah sakit bagi para korban. 

Sebelumnya, sebanyak 127 orang dilaporkan meninggal dalam tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur, Irjen Nico Afinta, juga menyatakan ada 180 korban yang masih menjalani perawatan di berbagai fasilitas kesehatan di sana.

"Dalam kejadian itu, telah meninggal 127 orang, dua di antaranya adalah anggota Polri," kata Nico dalam konferensi pers di Polres Malang. 

Load More