/
Senin, 17 Oktober 2022 | 20:19 WIB
Ilustrasi wanita tersenyum (pexels.com/Phil Nguyen)

3. Perbedaan aktivitas amigdala

Amigdala adalah wilayah otak yang membuat kita mampu mengingat detail peristiwa sangat emosional. Dilansir Science, otak laki-laki dan perempuan menunjukkan adanya perbedaan respons pada amigdala ketika mereka menerima rangsangan. Pada laki-laki, sisi kanan amigdala menjadi lebih aktif, sedangkan pada perempuan sisi kiri yang lebih aktif. 

Pada perempuan, aktivitas amigdala mengarahkan respons stres tubuh dan memengaruhi perasaan. Sementara, pada laki-laki, amigdala bertindak dengan area otak motorik dan visual yang diyakini penting untuk berinteraksi dengan dunia luar.

4. Perbedaan dalam merespons memori 

Memori flashbulb adalah gambaran sangat jelas dan terperinci dari momen yang mengejutkan dan emosional. Ini melibatkan aktivitas amigdala yang berperan dalam memberi tahu hipokampus, wilayah yang berperan dalam mengatur pembelajaran, mengurai memori, konsolidasi memori, dan navigasi spasial.

Dijelaskan dalam laman Wondrium Daily, terdapat perbedaan perilaku dalam mengingat peristiwa emosional bagi laki-laki dan perempuan. Perempuan memiliki ingatan yang lebih kuat dan lebih rinci tentang peristiwa emosional dan dapat mengingatnya lebih cepat.

Lebih lanjut, kekuatan memori yang lebih besar itu pada akhirnya membuat perempuan memiliki emosi yang lebih menonjol daripada pada laki-laki. Kuatnya dalam mengingat peristiwa emosional ini juga diyakini menjadi salah satu alasan mengapa perempuan cenderung lebih sering didiagnosis dengan kondisi mental, seperti depresi, kecemasan, dan PTSD. 

5. Perempuan lebih sensitif terhadap rasa sakit

Rasa sakit adalah pengalaman rumit yang dipengaruhi oleh banyak variabel dalam tubuh. Mulai dari cara saraf mengirim dan menerima informasi, hingga bagaimana otak menangani informasi tentang rasa sakit yang berasal dari saraf, hingga seberapa banyak peradangan di tubuh.

Baca Juga: 5 Cara Mudah Cegah Stres Kerja, Jangan Sampai Ganggu Kehidupan Sosialmu

Diterangkan dalam laman Practical Pain Management, secara umum, perempuan mengalami tingkat nyeri lebih tinggi dan mungkin mengalami gangguan nyeri tertentu daripada laki-laki. Selanjutnya, otak dan tubuh laki-laki dan perempuan merespons rasa sakit secara berbeda.

Hormon pada perempuan mungkin berperan membuat perempuan lebih sensitif terhadap rasa sakit. Selain itu, perempuan memiliki kepadatan saraf yang lebih besar, yang dapat menyebabkan perempuan merasakan sakit yang lebih parah daripada laki-laki.

Selain itu, pengalaman psikologis nyeri perempuan berbeda dari laki-laki dalam hal-hal tertentu. Misalnya, perempuan cenderung lebih khawatir tentang rasa sakit dan merasa lebih tidak berdaya tentang hal itu, yang kemudian membuat mereka lebih mungkin mengalami depresi dan kecemasan. Meskipun begitu, tak sedikit perempuan yang memiliki jangkauan keterampilan mengatasi rasa sakit yang lebih luas daripada laki-laki.

Bisa dikatakan, perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam menggunakan emosi dan logika merupakan bagian dari naluri. Dengan mengetahui fakta ini, harapannya kita semua dapat saling memahami satu sama lain. Selain itu, perempuan tentu saja bisa melatih diri agar lebih banyak menggunakan logika dan laki-laki juga bisa belajar menggunakan perasaan.

Load More