/
Kamis, 20 Oktober 2022 | 12:26 WIB
Potret saat syuting film dokumenter Tanpa Terkecuali (Dok. Pri)

Depok.suara.com, Setelah melewati sejumlah proses dan tahapan saat audisi, Raka Mahandhika dan Muh Tritaufan Saputra yang mengangkat tema film dokumenter tentang kehidupan disabilitas di Kota Depok akhirnya berhasil lolos menjadi finalis dalam ajang Eagle Award Documentary Competition (EADC) 2022.

Ajang tersebut sendiri merupakan merupakan program tahunan Eagle Institute Indonesia yang diselenggarakan sejak 2005, dan program pendidikan serta produksi film dokumenter di Indonesia. 

Tahun ini EADC 2022 bekerja sama dengan Siberkreasi, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dalam rangka mendorong program literasi digital yang ditujukan kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Sementara saat ini, Eagle Awards Documentary Competition 2022 (EADC 2022) Indonesia Bersinar, Makin Cakap Digital sudah memasuki tahap workshop atau pelatihan pembuatan film dokumenter).

Dalam prosesnya, ada 152 proposal film dokumenter dari 34 provinsi diseleksi sebanyak 3 tahap. Yaitu 50 besar, 20 besar lalu yang terakhir adalah wawancara dan presentasi untuk mencari 5 besar proposal film dokumenter.

Proses seleksi 5 besar melibatkan beberapa tokoh dari berbagai bidang. Seperti Andy F noya, Tonny Trimarsanto, Sofia Setyorini, Muthia Ganie Ph.D, dan Yosi Mokalu.

Salah seorang sineas asal Tangerang Selatan (Tangsel) yang berhasil lolos sebagai finalis EADC 2022 Raka Mahandhika mengatakan bahwa dirinya merasa bersyukur menjadi finalis dalam ajang tersebut.

"Rasanya pasti sangat senang, akhirnya perjuangan kami 2 bulan terakhir tidak sia-sia. Terlebih kami mempunyai background yang cukup berbeda di antara finalis lainnya," ujarnya kepada depok.suara.com.

"Dimana kami semua berlatar belakang daerah- daerah pedalaman atau tengah laut. Kami justru di ibu kota dan beberapa daerah penyangga pinggir ibu kota," sambungnya.

Baca Juga: Minta Waktu 3 Jam Ke Hakim, Jaksa Susun Tanggapaan Atas Eksepsi Kuat Ma'ruf

Lebih lanjut Raka mengatakan, saat menjalani proses wawancara kami optimis akan lolos karena memang telah melakukan persiapan sebelumnya serta berhasil menjawab dengan reapon yang baik.

"Walau pun sebenarnya 1 jam sebelum wawancara degdegan nya bukan main," katanya.

Dalam ajang EADC 2022 lanjut Raka, timnya akan menyajikan sebuah film dokumenter berjudul "Tanpa Kecuali" yang mengisahkan kehidupan seorang disabilitas yang ceria dengan beragam kondisi.

"Syutingnya akan dilakukan di Depok Jawa Barat," terangnya.

Raka menuturkan, dalam film tersebut nantinya akan memperlihatkan keceriaan seorang penyandang disabilitas dalam menjalani kehidupannya.

"Akan ada beberapa hal unik yang akan ada di film dokumenter tanpa terkecuali. Seperti bagaimana cara teman teman tuna netra bermain kartu remi, bermain futsal, bermain sosial media, berpacaran dan yang lainnya, " pungkasnya.

Berikut sekilas sinopsis film dokumenter yang akan disajikan oleh Raka dan kawan kawan dalam ajang EADC 2022 yang mengangkat tentang sisi lain kehidupan disabilitas di Kota Depok berjudul Tanpa Terkecuali.

Film Tanpa Terkecuali mengisahkan tentang  kehidupan seorang pria bernama Fakhry muhammad rosa seorang disabilitas tuna netra lulusan sastra german universitas indonesia yang tinggal di Kota Depok.

Dalam channel youtube nya fakhry kerap me review aplikasi aplikasi yang belum ramah disabilitas tuna netra, review gadjet sampai cover lagu.

Selain sebagai youtuber fakhry juga terkadang menjadi guru TIK dalam event sosial atau pun guru TIK Private untuk tuna netra lainnya.

Load More