/
Sabtu, 22 Oktober 2022 | 10:18 WIB
Rocky Gerung (Youtube/Rockygerungofficial)

Depok.suara.com - Salah satu pengamat politik Indonesia, Rocky Gerung menyebut moral pejabat Indonesia saat ini rendah. Ini ia kemukakan usai terjadinya tragedi di Stadion Kanjuruhan yang mengguncang dunia.

Rocky mengungkapkan, ketua PSSI harusnya malu saat ini. Namun, kendati demikian, ia tetap menjabat seolah-olah tragedi tersebut tidak pernah terjadi.

"Ya itu yang selalu kita sebut bahwa, kedudukan moral seorang pejabat publik itu yang sebetulnya jadi tuntunan masyarakat, bukan elektabilitasnya," kata Rocky Gerung dalam akun youtubenya Rocky Gerung Official, Jum'at (21/10/2022).

Rocky membandingkan Indonesia dengan moral para pejabat di Inggris. Mundurnya Perdana Menteri (PM) Inggris, Liz Truss lebih terhormat meski elektabilitasnya tinggi.

"Kan kalau kita anggap misalnya perdana menteri Inggris, Liz Truss itu elektabilitasnya tinggi, dia tau bahwa dia gagal untuk membuktikan janji-janjinya. Itu pertangungjawaban seorang pemimpin," ujarnya.

Selain itu, pria berkacamata ini juga membandingkan perilaku pejabat PSSI dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Inggris, Braverman. Menurutnya, hanya masalah sepele yaitu salah mengirim email, Braverman langsung membuat surat pengunduran diri.

"Juga sang mentari yang hanya salah mengirim email, memakai email pribadi untuk urusan publik itu menyebabkan dia merasa malu itu. Jadi itu standart moralnya begitu kan," ucap Rocky.

Apalagi, kata Rocky, Indonesia di anggap sebagai bangsa yang bermoral. Sehingga, harusnya dapat melakukan hal yang lebih daripada Inggris. 

"Kenapa nggak pakai standar di Inggris? Yang lebih berat ya standar negara-negara di timur, Jepang misalnya, Korea Selatan itu. Kan kita juga sama-sama negara timur yang harusnya standarnya lebih tinggi dari barat misalnya. Tapi justru itu yang nggak terjadi karena feodalisme di kita masih tinggi dan arogansi di kita masih tinggi itu," ungkap Rocky.

Baca Juga: 7 Fakta Menarik Album Baru Taylor Swift "Midnights": Cerita 13 Malam tanpa Tidur

Menurut Rocky Gerung, pejabat Indonesia terlelu memikirkan elektabilitasnya. Sehingga, melupakan etika dan moral sebagai manusia.

"Buat apa sih elektabilitasnya tinggi kalau etikabilitasnya itu nol?" pungkasnya.

Sebelumnya, menteri Dalam Negeri Britania Raya, Suella Braverman, mundur dari jabatannya. Braverman mundur usai insiden salah kirim email.

Dilansir AFP, Kamis (20/10/2022), Braverman mengundurkan diri pada Rabu (19/10) waktu setempat. Braverman mengatakan dia mundur setelah dia menggunakan email pribadinya untuk mengirim dokumen resmi kenegaraan kepada rekannya. Dia menyebut itu sebagai 'pelanggaran teknis'.

"Saya telah melakukan kesalahan; Saya bertanggung jawab; Saya mundur," tulis Suella Braverman dalam surat pengunduran dirinya.

Load More