Depok.suara.com - Peneliti di Massachusetts Institute of Technology (MIT) telah menciptakan kamera bawah laut tanpa kabel dan baterai untuk mempermudah mereka menjelajahi area laut yang sulit dijangkau.
Dilansir dari GizChina pada Jumat (28/10), kamera bawah laut MIT ini diuraikan detail dalam sebuah jurnal Nature Communication. Dalam jurnal itu, dikatakan bahwa kamera ini dapat mengambil gambar yang sangat jelas bahkan di area gelap.
Selain itu, kamera ini juga bisa mengirim data untuk memeriksa area bawah laut secara real time. Ini tentunya akan membantu menemukan spesies langka baru, memantau arus laut, polusi, atau operasi komersial dan militer.
Para peneliti percaya bahwa sebanyak 95 persen kehidupan laut belum terobservasi. Karena, sebagian besar metode pengambilan gambar bawah air yang ada memerlukan koneksi ke kapal dan pembangkit listrik untuk komunikasi.
Para peneliti berupaya mengembangkan metode pencitraan nirkabel tanpa baterai menggunakan sensor pencitraan murah, tetapi hal itu hanya menghasilkan gambar grayscale. Tim juga perlu mengembangkan lampu kilat berdaya rendah karena sebagian besar wilayah perairan dalam tidak memiliki banyak cahaya alami.
Untungnya, para peneliti menemukan solusi. Mereka menggunakan LED merah, hijau, dan biru. Kamera mendapat cahaya di tempat dengan LED merah dan menangkap gambar dengan sensornya. Kemudian, mengulangi proses dengan LED hijau dan biru.
Gambar muncul dalam warna hitam putih. Namun, bagian putih dari setiap gambar mencerminkan tiga warna dari LED sehingga dapat merekonstruksi gambar penuh warna selama pemrosesan data.
Salah satu peneliti bernama Fadel Adib menganalogikan sistem ini dengan pembelajaran di kelas seni anak-anak dimana mereka belajar membuat semua warna menggunakan tiga warna dasar tersebut.
"Untuk gambar berwarna yang kita lihat di komputer, aturan yang sama pun berlaku. Kami hanya membutuhkan tiga saluran, merah, hijau, dan biru, untuk membuat gambar berwarna," kata Adib.
Baca Juga: Digitalisasi Bisa Jadi Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi RI
Para peneliti memperkirakan bahwa kamera bawah air mereka 100 ribu kali lebih hemat energi. Mereka yakin kameranya jauh lebih baik dari kamera biasa, bahkan dapat beroperasi selama berminggu-minggu tanpa henti.
Mereka juga percaya bahwa rentang deteksi yang lebih panjang dapat dicapai dengan menggunakan sensor beresolusi tinggi. Selain itu, jarak juga merupakan faktor yang mempengaruhi kemampuan kamera untuk memanen energi dan berkomunikasi, terbukti dari hasil uji coba yang dilakukan di Sungai Charles Massachusetts timur. Namun, kamera masih mampu mengirim data meski berjarak 40 meter dari penerima.
Sementara itu, Adib mengungkap bahwa salah satu aplikasi yang paling menarik dari kamera ini adalah fungsi pemantauan iklimnya. Teknologi ini, kata Adib, dapat membantu peneliti membuat model iklim yang lebih akurat dan lebih memahami pengaruh perubahan iklim terhadap kehidupan di dasar laut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Cekcok Rebutan Lapak Mangkal, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Teman Sendiri Hidup-hidup
-
Harga Pertamax Naik Terus, Ini 7 Pilihan Mobil Bekas 7-Seater yang Irit dan 'Ramah' Pertalite
-
Sinopsis From, Serial Horor Misteri Debut dengan Skor 100 dari Rotten Tomatoes
-
Skuad Timnas Indonesia Belum Diumumkan, John Herdman Sudah Coret Satu Pemain
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU
-
Apa Beda Cushion dan Foundation? Ini 7 Merk yang Cocok untuk Kulit Berminyak
-
Cek 7 Tanda Daycare yang Aman bagi Bayi Agar Tidak Menjadi Korban
-
Kondangan ke Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju, Prabowo dan Bahlil Kompak Komentar Soal Makanan
-
Foundation yang Bagus Merk Apa? Cek 7 Rekomendasi Terbaik Coverage Halus Seharian
-
Ubed Jadi Pahlawan, Indonesia Comeback Kalahkan Thailand 3-2 di Piala Thomas 2026