Depok.suara.com - Pemerintah Korea telah menjanjikan reformasi besar dalam administrasi kepolisian dan sistem keamanan nasional secara keseluruhan setelah tragedi Halloween Itaewon.
Perdana Menteri Han Duck-soo mengatakan pada Kamis (10/11) bahwa rencana reformasi akan dirilis bulan depan.
"Kami akan bekerja pada sistem manajemen keselamatan bencana pan-pemerintah, reformasi besar-besaran polisi dan langkah-langkah manajemen massa bulan depan," kata Han pada pertemuan di Markas Besar Pusat Penanggulangan Bencana dan Keselamatan
Janji Han datang setelah Badan Kepolisian Nasional membuat pengumuman tentang rencana reformasi besar pada hari Rabu. Badan tersebut telah meluncurkan satuan tugas untuk bekerja pada rantai komando dan sistem responsnya, setelah diserang karena responsnya yang tidak memadai terhadap insiden tersebut.
“Satgas yang terdiri dari dinas terkait dan tenaga ahli sedang berjalan,” katanya. "Kami akan membuat langkah-langkah terkait sehingga tragedi seperti ini tidak akan pernah terjadi lagi."
Han menambahkan pemerintah akan melihat bahwa penyelidikan menyeluruh atas insiden itu diadakan dan mereka yang terkait akan mengambil tanggung jawab.
Semua layanan pemakaman bagi mereka yang kehilangan nyawa dalam insiden itu akan selesai pada Jumat (11/11), kecuali untuk pengiriman jenazah dua warga negara asing.
Polisi Metropolitan Seoul menambahkan bahwa lebih banyak pejabat di daftar yang tunduk pada pemecatan terkait dengan tragedi itu, mencopot mereka dari posisi mereka dalam jajaran kepolisian.
Polisi Seoul memberhentikan seorang pejabat dari tim intelijen di Kantor Polisi Yongsan yang dituduh menghapus laporan yang memperingatkan tentang lonjakan massa di Itaewon dan dua pejabat yang bertanggung jawab atas ruang situasi di Kantor Polisi Yongsan dan Polisi Metropolitan Seoul pada saat itu. Insiden tersebut menyusul pemecatan mantan Kepala Polisi Yongsan Lee Im-jae dan Inspektur Senior Ryu Mi-jin.
Sementara tim investigasi khusus yang dibentuk oleh Badan Kepolisian Nasional untuk menyelidiki tragedi Itaewon, menuduh Choi Seong-beom, Kepala Stasiun Pemadam Kebakaran Yongsan, telah melakukan kelalaian atas tanggapan yang tidak memadai atas insiden tersebut, tim tersebut juga menambahkan pejabat lain dari Pemadam Kebakaran Yongsan Departemen akan ditetapkan sebagai tersangka.
Orang tersebut akan dituduh terlambat mengeluarkan perintah tanggapan tahap kedua pada hari kejadian. Tim sedang mencari tahu apakah setiap tahap perintah tanggapan sudah dikeluarkan sesuai aturan. ***
Sumber: koreaherald.com
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius Memaksa Spanyol Ambil Tindakan Darurat Evakuasi Penumpang
-
Gerard Pique Dihukum Larangan Dua Bulan usai Ribut dengan Wasit
-
Kulit Kombinasi Cocok Pakai Cushion Apa? Ini 5 Pilihan agar Makeup Rapi dan Tak Luntur
-
Bakal Ikuti Jejak Ramadhan Sananta, Kapten Persita Muhammad Toha Diincar Klub Liga Malaysia
-
Pertamina Patra Niaga Apresiasi Pengungkapan Penyelewengan BBM Bersubsidi
-
Al dan Mulan Jameela Sudah Coba Tahan Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Bertubi-tubi, Berakhir Gagal
-
Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor
-
4 Rekomendasi Double Sleeve Tee 100 Ribuan, Cocok untuk Hangout dan Konser!
-
Di Bawah Bendera Merah: Tentang Harga Diri dan Pahit Getir Kehidupan
-
Agen Erling Haaland Sebut Manchester City Klub Tersulit untuk Negosiasi