/
Rabu, 23 November 2022 | 10:40 WIB
Potret ilustrasi (Suara. Com)

Depok.suara.com, Pasca terjadinya gempa bumi berkekuatan 5,6 SR belum lama ini, publik kembali digeherkan dengan isu tentang pergerakan sesar Cimandiri di daerah Sukabumi dan erupsi Gunung Gede.

Informasi tersebut diketahui tersebar dalam pesan singkat di media sosial. Isinya yakni ada delapan kawasan yang berpotensi terdampak dari aktivitas Sesar Cimandiri.

Bahkan, ada pesan suara yang menyebutkan adanya cahaya seperti api menyala di Gunung Gede yang menyebabkan terjadinya erupsi Gunung Gede akibat adanya gempa bumi di Kabupaten Cianjur.

Menanggapi hal tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Bandung langsung merepon dan menyatakan bahwa isu pergerakan Sesar Cimandiri di daerah Sukabumi dan isu erupsi Gunung Gede adalah informasi tidak benar alias hoaks.

Kepala Stasiun Geofisika Bandung, Teguh Rahayu mengatakan, kabar tersebut merupakan informasi yang tidak benar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Pasalnya, kata Teguh, BMKG tidak pernah menyampaikan apalagi menyebarluaskan informasi tersebut.

"Berita itu hanya hoaks atau isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan dan membohongi masyarakat, karena isu tersebut tidak mempunyai dasar ilmiah yang jelas," kata Rahayu dalam keterangannya, Rabu (23/11/2022) seperti dikutip suara.com.

Lebih lanjut Teguh mengatakan, hingga saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi dengan tepat, kapan, dimana dan berapa kekuatan gempa yang akan terjadi.

"Informasi resmi yang diperoleh dari PVMBG, hingga saat ini status Gunung Gede masih dalam status Level I (Normal)," terangnya.

Baca Juga: Misteri Kematian Prada Indra: Keluarga Hanya Terima Kabar Lewat WA, Peti Tergembok

Karenanya, lanjut Teguh, pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Sumber:suara.com

Load More