Depok.suara.com - George Soros diketahui membangun hubungan dengan sejumlah organisasi media dan aktivis melalui bantuan dana kepada banyak kelompok nirlaba. Sehingga, lembaga pengawas Media Research Center (MRC) yang berbasis di Amerika Serikat mengatakan miliuner berusia 92 tahun itu punya hubungan finansial terhadap 253 organisasi media di seluruh dunia.
Mereka yang menerima sumbangan dana dari Soros meliputi pembaca, pemirsa, dan pendengar di seantero dunia dalam berbagai bahasa.
"Soros suatu kali pernah mengatakan kepada the New York Times, dia ingin membelokkan arah sejarah yang arah yang benar," kata MRC dalam suatu laporan, seperti dilansir laman Russia Today, Kamis (8/12/2022).
Laporan yang dipublikasikan dua hari lalu itu adalah bagian pertama dari tiga bagian yang mengungkap sejauh mana pengaruh media yang dimiliki Soros.
Laporan kedua akan mengungkap berapa banyak dana yang sudah disalurkan Soros kepada berbagai organisasi media dan selanjutnya akan mengidentifikasi media-media besar mana saja yang punya hubungan itu dengan Soros.
Dengan menjalin hubungan ke media-media besar dunia, Soros ingin mengkampanyekan agendanya yaitu suatu "masyarakat terbuka" yang menyokong aborsi, ekonomi Marxis, anti-Amerikanisme, pemotongan dana polisi, ekstremisme lingkungan dan fanatisme LGBT," kata MRC dalam laporannya.
"Pengaruh Soros terhadap media global cukup besar. Kelompok ini punya kekutan informasi dalam politik internasional.
Di antara kelompok media itu ada NPR, yang juga didanai pajak warga AS. NPR mendapat sokongan dana sebesar USD 600.000 dari sejumlah yayasan Soros pada 2016, kata MRC. Lembaga lainnya adalah Project Syndicate yang tulisan opininya disebar lebih dari 20.000 kali di 156 negara dan 66 bahasa pada 2021 saja.
Kelompok Soros juga memberikan sedikitnya USD 492.000 untuk mendanai Jaringan Cek Fakta Internasional di Institut Poynter.
Baca Juga: Cara Mengubah Foto Wajah Menjadi Avatar Menggunakan Lensa
"Jaringan ini bekerja sama dengan sekitar 100 lembaga cek fakta di seantero dunia, menjadikan mereka semacam Kementerian Kebenaran." kata MRC. Lembaga itu juga bekerja sama dengan Facebook dan media sosial lainnya untuk membatasi isu Covid-19 dan transgenderisme.
Lembaga nirlaba Soros, Open Society Foundation menggelontorkan sedikitnya USD 1,25 juta kepada Marshall Project, kelompok anti-polisi yang menyebut the New York Times, NBC News, Majalah Time, dan kantor berita The Associated Press sebagai rekan media dalam laporan tahunnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Ratusan Warga Padati Balai Kota Pagar Alam, Undian Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Meriah
-
PT Bukit Asam Tbk Resmikan SAKA Ombilin Heritage Hotel untuk Dorong Ekonomi Berkelanjutan
-
Skandal Guest House UIN Raden Fatah Melebar, PPK Ikut Ditahan, Negara Rugi Rp2,1 Miliar
-
Beda Haluan dengan Sepak Bola, Futsal Indonesia Tegas Tolak Naturalisasi demi Produk Lokal.
-
Slow Travel di Bhutan: Cara Elegan Melarikan Diri dari Hiruk Pikuk Dunia Modern
-
Tim Sparta Amankan Terduga Pekaku Pelecehan Seksual di Bendungan Tirtonadi
-
Takut Anak Gagal Masuk PTN? 7 SMA Swasta di Palembang Ini Kini Jadi Pilihan Banyak Orang Tua
-
Dwi Kewarganegaraan akan Diterapkan di Indonesia, Siapa yang Bisa Dapat Kesempatan ini?
-
Hasil Proliga 2026: Surabaya Samator Ungguli Garuda Jaya pada Leg Pertama
-
Pemain yang Diincar PSG ini Tolak Tawaran Timnas, Indonesia, Padahal Diminta Ibunya