Depok.suara.com - Empati kepada hewan memang sangat diperlukan demi terjaganya ekosistem. Terlebih, jika hewan tersebut merupakan peliharaan kamu ya.
Mengutip dari beberapa sumber, berdasarkan riset dari Harrison's Fund dan Northeastern University di Boston, manusia memang cenderung menaruh empati terhadap hewan dibandingkan dengan sesama manusia.
Penelitian dari Northeastern University dimulai dengan cara memberikan berita "palsu" kepada para responden. Mereka diminta membaca berita tentang sebuah "penyerangan dengan tongkat baseball oleh orang tidak dikenal".
Namun, korban dari berita tersebut dibuat berbeda-beda. Ada yang korbannya adalah bayi berusia 1 tahun, orang dewasa yang berusia 30an tahun, anak anjing, dan anjing dewasa berusia 6 tahun.
Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa rasa empati dan kasihan terhadap "korban" bayi dan hewan cenderung tinggi. Sementara untuk korban orang dewasa, para responden cenderung tak banyak memberikan reaksi.
Hewan dianggap sebagai bagian dari keluarga
Professor Jack Levin dan Professor Arnold Arluke dari Northeastern University menyimpulkan bahwa rasa empati terhadap anjing tersebut karena anjing dianggap sebagai bagian dari keluarga.
"Responden tidak memandang anjing mereka sebagai hewan, melainkan sebagai 'bayi berbulu', atau anggota keluarga bersama anak manusia," ujar kedua peneliti tersebut.
Dengan menganggap hewan sebagai bagian dari keluarga, manusia jadi lebih berempati terhadap mereka. Namun, apakah semua orang lebih berempati terhadap hewan dibandingkan manusia?
Baca Juga: Studi : Kesepian Sama Berbahayanya Dengan Merokok 15 Batang Perhari
Sebuah penelitian dari Penn State University memberikan jawaban yang sedikit berbeda. Ada banyak konteks yang harus diketahui sebelum manusia bisa memutuskan berempati pada manusia atau hewan. Penelitian dari Professor Daryl Cameron, associate professor psikologi dan senior research associate di Rock Ethics Institute, juga menyimpulkan hal yang sama.
Jika menghadapkan manusia dan hewan dalam konteks kompetisi, manusia cenderung lebih berempati kepada sesamanya. Namun jika tidak ada kompetisi atau konflik kepentingan, manusia memang cenderung lebih berempati terhadap hewan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
Besok Pagi, Transjakarta Blok M-Kota Tak Lewat Sudirman-Thamrin
-
Sarwendah Diduga Sewa Buzzer Demi Komentar Baik di Unggahan Permintaan Maaf
-
Tinggalkan Estetika Minimalis! Mengapa Tren Warna Netral Justru Bikin Bumi Makin Panas?
-
6 Tanaman yang Bisa Mengusir Ular, Wajib Punya Salah Satunya di Rumah
-
Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
-
Intel Arc G-Series Resmi Meluncur, Prosesor Gaming Handheld Terbaru dengan Baterai Lebih Awet
-
Daftar HP Android yang Tidak Bisa Pakai WhatsApp per September 2026
-
Menkeu Akui Pelemahan Rupiah Bikin Keuntungan Perajin Tahu-Tempe Tergerus
-
Internet Bisnis dan Monitoring Jaringan Real-Time dari Telkom Solution
-
Video Bandar Membara Diburu di Media Sosial, Pemeran Pria Kini Jadi Tersangka