Depok.suara.com - Sebuah jejak kaki misterius yang ditemukan dua tahun lalu di Andalusia, Spanyol. Pada awalnya, penelii mengira temuan tersebut berusia 106.000 tahun. Namun, berdasarkan penelitian terbaru, jejak kaki itu ternyata berusia hampir 300.000 tahun.
Usia jejak kaki yang sangat tua itu tidak menjadi masalah besar bagi para peneliti. Namun yang menjadi masalah bagi ahli paleontologi Profesor Eduardo Mayoral dari University of Huelva adalah siapa pembuat jejak kaki itu?
Sebelumnya berbagai spekulasi terkait usia jejak kaki yang ditemukan di wilayah tebing El Asperillo itu muncul setelah jejak kaki itu ditemukan. Peneliti menyebut bahwa jejak kaki itu berusia lebih muda.
Namun berdasarkan analisis teknisi radioisotop Jorge Rivera dari University of Seville, dia menemukan jejak kaki itu ternyata berusia 295.000 tahun. Demikian dikutip darai Haaretz, Jumat (25/11).
Mayoral menjelaskan sekitar 300.000 tahun lalu, wilayah itu memiliki kontur tanah yang berbeda. Permukaan laut masih di bawah 60 meter sehingga manusia-manusia purba kala itu berjalan di dataran yang tinggi dan bukan pinggiran pantai.
Wilayah itu juga diyakini memiliki temperatur yang nyaman bagi kehidupan manusia purba kala itu. Untuk mengetahui siapa pembuat jejak kaki itu, para peneliti harus melihat kepada bukti peninggalan mulai dari tulang belulang hingga alat-alat kuno yang digunakan.
Para peneliti menjelaskan dua juta tahun lalu, manusia purba atau spesies Hominin tinggal di wilayah Eurasia. Berbagai peninggalan seperti alat-alat kuno telah ditemukan di China hingga Georgia.
Sebelumnya, di Spanyol sendiri, tulang rahang Hominin berusia 1.4 juta tahun pernah ditemukan di wilayah pegunungan Atapuerca. Tulang rahang itu diyakini milik manusia purba spesies Homo antecessor.
Namun, pembuat asli jejak kaki itu masih belum diketahui meski terdapat beberapa spekulasi manusia purba pembuat jejak kaki itu.
Baca Juga: Kabur Bareng Istri, Buronan Korupsi Giki Argadiaksa Dibekuk Anggota PJR Polda Metro di Tol JORR
“Fosil hominin Eropa dari Pleistosen Tengah berasal dari garis keturunan Neanderthal – Homo neanderthalensis atau Homo heidelbergensis sensu lato,” jelas Mayoral.
“Pertanyaan ini masih jauh dari terjawab, mengingat kurangnya catatan fosil dan gambaran evolusi baru dan lebih rumit yang diberikan oleh studi DNA kuno terbaru,” lanjutnya.
Mayoral menjelaskan masih banyak kandidat manusia purba yang dapat menjadi pembuat jejak kaki itu, seperti manusia purba dari Zaman Pleistosen Tengah. Karena itu jejak kaki itu tidak mungkin dibuat Homo sapiens awal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Identitas Terlacak! Polisi Segera Tangkap Pembunuh Pria yang Terkubur 3 Meter di Cikeas
-
Sambangi Korsel, Bahlil Hasilkan 3 Kerja Sama Strategis di Sektor Energi
-
Tak Asal Tanam, Petani Sawit Mulai 'Melek' Gunakan Metode Ilmiah
-
Desa Pajambon Kuningan Bersinar Lewat Program Desa BRILiaN BRI, Berhasil Majukan Ekonomi Lokal
-
Detik-detik Perampokan Bersenjata di Indomaret Sekayu: Karyawan Ditodong, Brankas Dipaksa Dibuka
-
Sumbang Rp 4,96 T, ITDC Beberkan Efek MotoGP ke Ekonomi RI
-
Pantauan Terkini: Rumah Ono Surono Sepi Usai Digeledah KPK, Hanya Ada Toyota Hardtop
-
9.401 Peserta BPJS PBI Tak Terlacak dan 3.934 Lainnya Telah Meninggal, Mensos Beri Penjelasan
-
BRI Lewat Program Desa BRILiaN Sukses Dorong Ekonomi Lokal Desa Pajambon Kuningan
-
Desa Pajambon Kuningan Tumbuh Bersama Desa BRILiaN BRI dan Potensi Lokal