Depok.suara.com, Jelang 25 tahun reformasi Bulan Mei mendatang, keresahan melanda sejumlah aktifis98 yang sudah berdiaspora di berbagai sektor profesi. Masih maraknya praktik korupsi kolusi dan nepotisme, menjadi salah satu alasan mereka berefleksi dalam diskusi bertajuk Bacapres dalam Pusaran KKN. Kegiatan ini merupakan rangkaian Konsolidasi Demokrasi Aktifis98 (KDA98).
Salah satu tagline yang disimpulkan dalam diskusi yang digelar di markas Jokowi Mania (Joman) di bilangan Kebayoran Baru (16/02/2003) ini adalah reformasi gagal karena KKN masih marak.
Dalam diskusi yang menghadirkan aktifis 98 yang kini aktif mendukung bacapres, yakni Sukma Widyanti aktifis KBUI yang kini mendukung Anies Baswedan, Dadi Palgunadi Aktifis Front Jakarta kini aktif di Gema Puan Maharani Nusantara (GMNP) dan Teguh Eko Prastyono aktifis dari kampus ISTN yang mendirikan Ganjar Pranowo untuk Rakyat (GUNTUR).
Dalam diskusi yang dimoderatori oleh Febby Lintang aktifis 98 dari kampus IISIP Jakarta mengatakan bahwa para pendukung bacapres tersebut sepakat kalau praktik KKN masih marak. Mungkin makin merajalela.
"Ini akibat dari sistem elektoral yang masih berciri popularisme. Sehingga untuk mengejar popularitas para calon harus merogoh kocek yang dalam,” ujar Dadi Aktifis Front Jakarta kini aktif di Gema Puan Maharani Nusantara (GPMN) sambil menuding Lembaga survey sebagai salah satu pemicu politik mahal ini.
Sementara itu, menyikapi adanya sinyal KKN di pusaran bacapres, Teguh yang akrab disapa Gus Tep meminta agar publik berpegang pada fakta hukum dan praduga tak bersalah.
“Kalau Pak Ganjar disebut terlibat korupsi eKTP, buktikan dong di pengadilan. Kan sudah dijelaskan oleh KPK dan Novel (Baswedan) kalau dia (Ganjar) tidak menerima apa=apa,” kata Teguh.
Hal senada pun disampaikan oleh Sukma, terkait tudingan Anies terlibat dugaan korupsi Formula E.
Sukma yang pernah aktif di Dewan Riset Daerah (DRD) DKI Jakarta saat Anies menjadi Gubernur ini justru menyebut Anies telah membuat kebijakan pencegahan korupsi sejak dirinya menjadi Rektor Paramadina hingga penerapan good governance di pemda DKI.
Baca Juga: Lagu Komang Viral di TikTok, Siapa Penyanyinya?
Karenanya upaya untuk menyeretnya dalam kasus Formula E terkesan sangat dipaksakan.
Tantangan kepada para pendukung bacapres ini justru datang dari salah satu peserta diskusi Nico Adrian aktifis 98 dari kampus UKI.
Dia menekankan, apakah aktifis 98 yang menjadi pendukung bacapres ini mampu menjadi faktior determinan atau sekedar remah-remah saja.
“Kita pakai saja IKN sebagai batu pijak, apakah dari kalian(pendukung bacapres) berani memberi masukan untuk menolak pembangunan IKN. Setidaknya memberikan catatan sisi sisi negatif IKN. Karena, kalau ini dipaksakan untuk diteruskan bakal berpotensi jadi ladang mega-korupsi,” tandas Sukma.
Atas fenomena yang terjadi, seluruh peserta berkomitmen bahwa proses demokrasi harus terus dijalankan dengan tidak membuka ruang bagi perpanjangan masa jabatan Presiden dan atau merevisi batasan jabatan dua periode.
Kegiatan ini ditutup dengan puisi karya dan sekaligus dibawakan oleh moderator Febby Lintang. Salah satu bait dalam puisi tersebut berbunyi,
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Lee Jin Woo dan Choi Gyu Ri Terlibat Cinta Rahasia di Cabbage Your Life
-
Baju Lebaran Warna Mahogany Cocok dengan Jilbab Apa Saja? Ini 5 Perpaduan yang Pas
-
Marc Marquez Masuk Nominasi Laureus World Sportsman of the Year 2026, Bersaing dengan Alcaraz
-
Kapan Garuda Calling Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026?
-
Satu-satunya Wakil Indonesia, Sandy Walsh Bawa Buriram United Dekati Perempat Final ACL Elite
-
Iftar Friends of Palestine: 300 Figur Publik Himpun Donasi Rp130 Juta untuk Gaza
-
Sleman Dikepung Pohon Tumbang dan Kerusakan Rumah Akibat Angin Kencang
-
Sassuolo akan Jual Beberapa Pemain, Proses Negosiasi Mulai Berlangsung
-
Badai Cedera dan Sanksi Hantam Timnas Indonesia, 7 Bintang Absen di FIFA Series 2026
-
Fitch Pangkas Outlook Utang RI Jadi Negatif, Bos BI Pasang Badan