Depok.suara.com - Rafael Alun Trisambodo, Kepala Bagian Umum Kanwil DJP Jaksel II yang anaknya jadi tersangka kasus penganiayaan ternyata memiliki harta kekayaan yang bernilai fantastis.
Dikutip dari suara.com, berdasarkan data dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), total harta kekayaan Rafael Alun Trisambodo mencapai Rp 56 miliar dengan aset paling banyak berupa tanah dan bangunan yang tersebar di beberapa daerah.
Jumlah tersebut hanya selisih 2 milyar saja dari Menteri Keuangan yang jumlah harta kekayaannya mencapai Rp 58 miliar.
Berikut jumlah harta kekayaan Rafael Alun Trisambodo berdasarkan LHKPN:
1. Di daerah Sleman
- Aset tanah hasil sendiri dengan luas 525 meter persegi bernilai Rp 75 juta.
- Aset tanah warisan dengan luas 69 meter persegi dan 178,5 meter persegi dengan nilai masing-masing Rp 138 juta dan Rp 267,7 juta.
2. Di daerah Manado
- Aset tanah dan bangunan hasil sendiri dengan luas 337/115 meter persegi senilai Rp 182,1 juta
Baca Juga: Hubungan Thariq dan Fuji dari Awal Seharusnya tidak Terjalin, Ini yang Jadi Penyebabnya
- Aset tanah dan bangunan hasil sendiri dengan luas 582/150 meter persegi senilai Rp 326,2 juta
- Aset tanah hasil sendiri seluas 300 meter persegi bernilai Rp 90 juta.
3. Di daerah Jakarta Barat
- Aset tanah dan bangunan, hibah tanpa akta dengan luas 78/120 meter persegi senilai Rp 1,2 miliar
- Aset tanah dan bangunan hasil sendiri dengan luas 324/502 meter persegi seharga Rp 13,5 miliar
- Aset tanah dan bangunan hasil sendiri dengan luas 766/559 meter persegi dengan nilai Rp 21,9 miliar.
- Aset tanah dan bangunan, hibah tanpa akta seluas 1369/150 meter persegi bernilai Rp 9,3 miliar
- Aset tanah dan bangunan hasil sendiri dengan luas 300/265 meter persegi dengan nilai sebesar Rp 4,8 miliar.
Rafael Alun Trisambodo juga memiliki harta bergerak lainnya sebesar Rp 420 juta, surat berharga Rp 1,5 miliar, kas dan setara kas Rp 1,3 miliar, serta harta lain Rp 419 juta.
Dalam laporan, Rafael tercatat tidak memiliki utang, sehingga total harta kekayaannya mencapai Rp 56 miliar.
Sebelumnya viral di media sosial tindakan penganiayaan yang dilakukan Mario Dandy Satriyo (MDS) terhadap David, anak salah satu pengurus GP Ansor.
Tindakan penganiayaan terjadi di kawasan Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada Senin (20/2/2023) lalu.
Disebut-sebut MDS adalah anak dari anak dari Rafael Alun Trisambodo, Kepala Bagian Umum Kanwil DJP Jaksel II.
Kabar tersebut pertama kali disebarkan oleh akun Twitter @LenteraBangsaa_ . ***
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 5 Sepeda Lipat Kalcer Termurah, Model Stylish Harga Terjangkau
Pilihan
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
Terkini
-
Duit Nganggur Rp2.400 Triliun di Bank, OJK: Bisnis Masih Lesu, Butuh Indonesia Incorporated
-
Update Longsor Cisarua: Tim DVI Polda Jabar Berhasil Identifikasi 80 Jenazah
-
Korupsi Bea Cukai, KPK Telusuri Kegiatan JF Sebelum Serahkan Diri
-
6 Zodiak Ini Dihujani Rezeki Nomplok dan Keberuntungan Finansial di 12 Februari 2026
-
Aturan Terbaru Cara Hitung THR Proporsional untuk Semua Status Pekerja
-
Cara Menghitung Zakat Penghasilan atau Zakat Profesi dan Simulasinya
-
Dolar AS Keok, Rupiah Berjaya Hari Ini di Level Rp 16.786/USD
-
Vivo India Umumkan iQOO 15R Debut 24 Februari 2026, Usung Sensor Kamera Sony LYT-700V 50 MP
-
Misteri Bau Menyengat di Lantai Dua, Karyawan Swasta Ditemukan Tak Bernyawa di Cilebut Kaum
-
Legenda Buaya Putih dan Sungai Darah