- Rupiah menguat 0,15 persen pada Rabu, 11 Februari 2026, mencapai Rp 16.786 per dolar AS berdasarkan data Bloomberg.
- Penguatan rupiah disebabkan data ekonomi Amerika Serikat yang tidak sesuai ekspektasi investor, menurut Analis Doo Financial Futures.
- Mata uang Asia umumnya menguat terhadap dolar AS, kecuali ringgit Malaysia dan rupee India yang mengalami pelemahan.
Suara.com - Nilai tukar rupiah terus menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan Rabu, 11 Februari 2026. Data Bloomberg menunjukkan rupiah bergerak di sekitar level Rp 16.786 per dolar AS atau melesat 0,15 persen dibandingkan penutupan Selasa (10/2) ada di level Rp16.811
Sedangkan kurs JISDOR Bank Indonesia ada di level Rp 16.781.
Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah dikarenakan data-data ekonomi AS yang di bawah harapan para investor.
"Rupiah menguat terhadap dolar AS yang terus melemah menyusul data-data ekonomi AS yg di bawah harapan," katanya saat dihubungi Suara.com.
Lukman menuturkan, investor juga mengantisipasi data pekerjaan AS NFP malam ini yang diperkirakan akan juga mengecewakan. Apabila tidak ada kejutan malam ini, dolar AS diperkirakan masih akan melemah.
"Penguatan rupiah mungkin terbatas mengingat sentimen domestik juga tidak bagus," jelasnya.
Sementara itu, beberapa mata uang Asia juga meemah. Yen Jepang mencatat penguatan terbesar yakni 0,84 persen, disusul won Korea yang menguat 0,41 persen.
Lalu, dolar Taiwan menguat 0,40 persen, peso Filipina menguat 0,40 persen, dolar Singapura menguat 0,17 persen.
Diikuti, dolar Hong Kong menguat 0,03 persen dan yuan China menguat 0,02 persen terhadap dolar AS sore ini.
Baca Juga: Rupiah Menguat, Dolar AS Turun ke Level Rp16.775
Sedangkan ringgit Malaysia dan rupee India melemah terhadap dolar AS dengan pelemahan 0,05 persen dan 0,10 persen.
Selain itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 96,61, turun dari sehari sebelumnya yang ada di 96,79.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 5 Sepeda Lipat Kalcer Termurah, Model Stylish Harga Terjangkau
Pilihan
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
Terkini
-
Cara Menghitung Zakat Penghasilan atau Zakat Profesi dan Simulasinya
-
Kemenhub Beberkan Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Boven Digoel
-
Ingin Kampung Haji Sukses, Danantara Gaet Perusahaan Arab Saudi
-
Adik Kandung Ungkap Ada Pejabat 'Telur Busuk' Dekat Presiden Prabowo
-
Tensi Panas! Menteri KKP Gerah Dengan Tuduhan Menkeu Purbaya soal Proyek Kapal
-
Sambut Ramadan, Ini 5 Tips Jitu UMKM Dongkrak Penjualan di E-commerce
-
Saham BUMI Meroket Usai 'Pertemuan Hambalang', Berapa Target Harganya?
-
Menteri Ekraf Tinjau Cek Kesehatan Driver Gojek: Targetkan 136 Juta Rakyat Sehat di 2026
-
Pergerakan Harga Perak Sepekan, Tren Positif Sejak Awal Pekan
-
Pansel Jamin Seleksi Anggota Dewan Komisioner OJK Bebas Nepotisme