Depok.suara.com - Seorang pendaki asal Malaysia mendapat kecaman karena tidak mengakui diselamatkan oleh Sherpa Nepal saat hampir mati di Gunung Everest. Hal ini menjadikannya sebagai sosok yang disorot saat ini.
Kabar mengenai penyelamatan ini beredar di media sosial Twitter, pendaki bernama T Ravichandran ini diduga memblokir kabar penyelamatan ini. Padahal dirinya harus digendong selama 6 jam dari zona kematian.
"Kejadian pendaki Malaysia yg ditolong sherpa trus gak ngaku bikin miris, kasian pendaki asal Malaysia atau serumpun kalau melakukan pendakian seperti 7Summits. Sherpa Bisa aja menolak atau mungkin dicibir pendaki dunia," ucap @kangjalil.
"7 jam sherpa ini selamatkan Pendaki Malaysia yg Tdk diakui," tambahnya.
Padahal menurutnya penyelamatan pendaki di Gunung Everest begitu sulit. Bahkan biaya penyelamatan bisa mencapai tiga kali lipat.
Karena itulah menurutnya tidak heran banyak orang meninggalkan jasad di atas Gunung Everest. Sehingga banyak mayat yang masih tertinggal di atas Gunung Everest.
"Napa dibiarkan ? Biaya utk evak itu bisa 3x lipat biaya ya daripada pendakiannya. Kedua lebih beresiko karna banyak alat yg digunakan hingga menghadapi cuaca ekstrem," ucapnya.
Tetapi setelah dikecam oleh publik, pendaki Malaysia itu mengedit keterangan photonya. Dirinya mengakui bahwa telah diselamatkan oleh seorang Sherpa.
"Seberapa penting tim penyelamat dan penyelamatan heli dalam ekspedisi Everest? Percayalah, ini sangat penting. Saya masih hidup hari ini, karena saya memiliki mitra dan berdedikasi. Ekspedisi Puncak ke-14 yang dipimpin oleh Tashi Sherpa (dan Sherpa-nya beranggotakan Mingman Tendi, Genge Sherpa, Nima Dorjee, Dawa, Nima Tashi, Dipen Bhote dan Global Rescue)," tulisnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana