Depok.suara.com - Rencana pemerintah dalam meredenominasi rupiah kembali bergulir dalam rapat antara Bank Indonesia (BI) dan DPR RI.
Bank Indonesia mengatakan kalau sebenarnya Indonesia telah siap untuk menerapkan kebijakan redenominasi tersebut.
Meski begitu Gubenur (BI), Perry Warjiyo pada kamis (23/6/2023), mengatakan tidak ingin terburu-buru dan mempertimbangkan banyak faktor lain.
"Pertimbangan utama adalah timing atau momen yang tepat. Meskipun kondisi ekonomi kita sudah baik, tetapi perlu memilih waktu yang tepat," ujar Perry.
Dilansir dari akun TikTok @bigalphaid (26/6/2023), Penjelasan mengenai apa itu redemonisasi mata uang dan tujuannya.
Redenominasi mata uang adalah penyederhanaan digit mata uang atau mengurangi angka nol dalam mata uang. Misalnya, redenominasi dari Rp1000 menjadi Rp1 saja.
Sistem redenominasi ini, tidak akan mengurangi nilai mata uang sehingga tidak mempengaruhi harga barang. Kebijakan ini hanya akan menyederhanakan pecahan uang suapaya efisien.
Pada tahun 1959 Indonesia, mata uang Rp500 dan Rp1000 dipangkas menjadi Rp50 dan Rp100. Dengan kata lain mengurangi nilai mata uang hingga 90% atau disebut juga sanering.
Tujuan dari redenominasi ini, agar perekonomian Indonesia bisa setara dengan negara lain ditingkat regional. Karena redenominasi dapat membuat kesetaraan kredibilitas dengan negara maju.
Baca Juga: Kelakuan Random Babi dalam Kandang yang Selalu Bikin Gemas Netizen: Mirip Temen Gua yang Namanya...
Misalnya saat ini $1 dollar adalah Rp15.300, jika diredenominasi akan menjadi Rp15,3 saja. Hal ini terlihat lebih ringkas dan mudah dipahami di mata Internasional.
Rencana pembahasan redenominasi sebenarnya sudah masuk kedalam daftar 19 RUU diprioritaskan Kemenkeu dan DPR RI dalam PMK NO.77 tahun 2020.
Namun, Kemenkeu mengatakan belum ada perkembangan terkait pembahasan RUU mengenai penyerderhaan nominal mata uang tersebut.
Masyarakat yang menyimak informasi tersebut, memiliki banyak pertanyaan terkait kebijakan redenominasi ini.
"iya karna kalo org luar konversi IDR tuh jadi cuma 1 Rupiah to apa gitu, sedangkan kan kita gaada mata uang 1 Rp jadi keliatannya mata uang kita kecil." tulis @oohyuxx.
"jangan, biaya idup bisa mningkat scara ga sadar ygy. bayangin nasi goreng biasanya 12500, jadi 12.5, abang nya naekin aja jd 20, cuma beda 7 perak." tulis @Wendxx.
"screenshoot udah tabungan kalian, biar keliatan kaya dimasa depan" tulis @yudaaxx.***
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Target Harga Rp6.000, Saham Emiten Tambang AMMN Layak Dibeli?
-
Yamaha Gear Ultima Motor Fungsional dengan Konsumsi BBM Paling Irit Dikelasnya
-
Lippo Malls Gelontorkan Rp11,6 Miliar Bangun PLTS Atap
-
Gubernur Luthfi Salurkan BLT Cukai Tembakau Rp51 Miliar untuk 85 Ribu Pekerja
-
Anime Kill Blue Season 2 Resmi Diumumkan, Mangaka Bagikan Komentar Perayaan
-
Dapur MBG Fiktif dan Rapuhnya Pengawasan Uang Publik: Alarm Tata Kelola Negara
-
Pemkab Mojokerto Paparkan Progres Manajemen Talenta ASN di Hadapan BKN RI
-
Kisah Inspiratif Mila Arlinda Ubah Stigma Peternakan, Dari 5 Ekor Domba Jadi Omzet Ratusan Juta
-
Iran-AS Damai, Rupiah Berjaya Hari Ini di Level Rp17.851/USD
-
5 HP Midrange dengan Kamera Rasa Flagship, Resolusi Tinggi Didukung OIS dan Baterai Badak