/
Kamis, 13 Juli 2023 | 15:17 WIB
Pandangan surealis melalui filsafat absudr Albert Camus (@Instagram/oldrunkman)

Depok.suara.com - Albert Camus, salah satu pemikir paling tajam dan berpengaruh di abad ke-20, dikenal dengan karya-karyanya yang luar biasa yang meneliti eksistensialisme dan etika manusia.

Seorang penulis, filsuf dan jurnalis, Camus melalui karya-karyanya menyelami lebih dalam tentang makna hidup dan kondisi surealis manusia.

Lahir di Aljazair pada tahun 1913 dari keluarga miskin, Camus telah menaiki hierarki akademik dan sastra berkat bakat dan keuletan.

Pada tahun 1957 ia memenangkan hadiah Nobel Sastra, sebuah penghargaan yang menggarisbawahi komitmennya untuk mencari kebenaran melalui kreasi artistik.

Dikenal karena filosofinya tentang absurditas, Camus mengeksplorasi ketidaksesuaian antara irasionalitas dunia dan keinginan manusia untuk menemukan makna di dalamnya.

The Stranger by Albert Camus (sumber: @Instgaram/readbookscoffee)

Gagasan ini diekspresikan dengan cemerlang dalam karya-karya seperti "The Stranger" dan "The Myth of Sisyphus", di mana para protagonis berjuang untuk memahami keberadaan di dunia yang absurd.

Camus tidak mengeksplorasi filosofi absurd sebagai tanggapan putus asa terhadap keberadaan, melainkan sebagai cara untuk mengakui kebebasan dan keaslian seseorang di dunia yang seringkali tidak berarti.

Dia berargumen bahwa, di hadapan absurd, kita harus terus hidup, menikmati keindahan dunia dan merebut kembali kebebasan dan individualitas kita.

Selama Perang Dunia II, Camus bergabung dengan gerakan perlawanan Prancis melawan pendudukan Jerman dan menggunakan penanya sebagai senjata dalam perjuangan untuk kebebasan.

Baca Juga: Arya Saloka Usai Sudah Dengan Putri Anne, Siap Mencari Perempuan Lain. Netizen: Berasa Ganteng Lu?

Bapak absurdisme itu meninggal dalam kecelakaan mobil pada tahun 1960, ia juga meninggalkan banyak karya yang terus bergema dan memengaruhi para pemikir dan penulis.***

Load More