Depok.suara.com - Bagi warga Depok, Jaw Barat agar bisa berlibur ke wisata alam kadang perlu menempuh perjalanan jauh. Padahal hanya dengan waktu dua jam, warga Depok bisa menikmati keindahan alam.
Hal ini bisa didapatkan saat warga Depok berkunjung ke Banten tepatnya ke Pantai Sangiang. Pantai ini memang masih belum familiar terdengar bagi para wisatawan.
Padahal pantai kecil ini mempunyai pemandangan sangat indah. Pulau Sangiang sendiri terletak di Desa Cikoneng, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Indonesia.
Tetapi Pantai ini tidak penuh dengan fasilitas, namun minimnya fasilitas layaknya pulau yang hilang tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri dari pulau ini untuk dikunjungi.
Beberapa wisatawan yang pernah berkunjung ke Pantai Sangiang menyebutnya sebagai Seven Wonders of Banten. Julukan Seven Wonders of Banten yang diberikan pada Pulau Sangiang bukan tanpa sebab.
Hal ini karena Pantai Sangiang menawarkan banyak keindahan wisata di Banten. Pulau ini memiliki beberapa pantai yang indah. Jika berkunjung ke pulau ini, anda dapat melihat berbagai macam tanaman khas seperti dadap laut, cemara laut, ketapang bayur, api-api, waru laut, nyamplung dan walikukum.
Bahkan ada beberapa hewan yang dilindungi seperti dara laut, elang laut, belibis, burung camar serta berbagai biota laut lainnya juga menjadi daya tarik tersendiri bagi Pulau Sangiang. Selain itu pulau pantai ini mempunyai pasir putih serta air laut yang jernih berpadu sempurna dengan hijaunya pepohonan yang tumbuh disekitar pulau ini menjadikannya semakin eksotis dan menawan.
Pulau Sangiang memiliki pemandangan alam yang luar biasa indah, pantai-pantainya yang cantik dengan pasir putih menyatu dengan birunya laut, serta aneka ragam tumbuhan dan hewan langka yang bisa menjadi objek penelitian mengagumkan, dan peninggalan sejarah Perang Dunia ke-2 (PD-II) membuat Pulau ini semakin eksotis dan sangat wajib untuk dikunjungi.
Pulau Sangiang juga merupakan perpaduan antara wisata alam, bahari dan budaya. Sehingga pengunjung dapat ketiga perjalanan wisata dalam waktu sekaligus bersama di satu pulau. Pulau Sangiang memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan, terutama yang menyukai wisata bahari.
Baca Juga: Soegimitro Gunakan Teknologi AR dan AI di Lagu Selamat Tinggal
Keindahan alam dan pantai serta karang yang dihiasi ikan berwarna-warni merupakan obyek wisata utama di kawasan ini. Selain itu TWA Pulau Sangiang memiliki potensi flora dan fauna yang beragam dan masih asli, terdapat pula bangunan dan goa-goa peninggalan zaman Jepang yang mempunyai nilai historis.
Ketika wisatawan ingin datang ke tempat wisata ini pun akan mendaki gunung, memotret, bersepeda, berkemah dan menikmati panorama alam pantai yang landai maupun pantai yang curam.
Lokasi obyek wisata alam ini terletak di bagian barat, barat laut dan bagian selatan Pulau Sangiang serta sepanjang pantai Batu Mandi dan sekitar Gunung Gede. Wisata Bahari yaitu Anda dapat melakukan scuba diving, snorkeling, menikmati keindahan terumbu karang di taman laut dengan glass bottom boat, memancing dan berjemur.
Kegiatan scuba diving sendiri dapat dilakukan di sekitar perairan Tanjung Raden, sedangkan di Legon Waru dapat dilakukan wisata menggunakan perahu. Dan untuk Wisata Budaya antara lain Anda dapat menikmati/mengamati sisa-sisa perang dunia kedua, yaitu berupa benteng-benteng bekas pertahanan Jepang. Lokasi peninggalan sejarah ini letaknya di sekitar Pos TNI Angkatan laut.
Jika wisatawan ingin ke Pulau Sangiang maka dari arah jakarta dapat menggunakan bis jurusan Merak dan turun di terminal bayangan PCI. Kemudian lanjut dengan menggunakan angkutan umum (angkot) warna ungu ke Simpang Tiga Cilegon dengan tarif sekitar Rp3.000/orang dan dari Simpang tiga Cilegon menuju pelabuhan Paku-Anyer dilanjut lagi dengan menggunakan angkutan umum (angkot) warna silver dengan tarif sekitar Rp5.000/orang.
Kemudian dari pelabuhan Paku Anda dapat menyewa kapal/perahu motor untuk menuju Pulau Sangiang dan hanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit saja. Harga sewa perahu motor tergantung dari kesepakatan antara Anda dan pemilik perahu.
Tag
Berita Terkait
-
Breaking News! Bekasi Termasuk Kota di Jawa Barat dengan Biaya Hidup Termahal
-
Adu Cepat Kejuaraan Balap Traktor di Klaten
-
6 Tempat Wisata di Tanggamus Paling Dicari Turis
-
Rekomendasi Tempat Wisata di Pringsewu, Mulai dari Berkuda hingga Wisata Rohani
-
6 Tempat Wisata Pantai di Lampung Selatan yang Wajib Anda Kunjungi
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
Terkini
-
Strategi Bertahan di Tengah Rupiah yang Semakin Jatuh ke Jurang
-
Saingi Honor dan Redmi, Oppo Siapkan HP Midrange Baterai 10.000 mAh
-
Dadan Hindayana dari Partai Apa? Eks Kepala BGN yang Dijemput Kejagung
-
Kronologi Lengkap Korupsi MBG Jerat Dadan Hindayana Cs Tersangka: Mark Up Motor Hingga TV 75 Inch
-
Monster Sesungguhnya Adalah Trauma: Mengulas Sisi Gelap Film 'Badut Gendong'
-
Ungkap Kesan Perdana, Egy Maulana Vikri Taruh Harapan Besar pada Timnas Indonesia Era John Herdman
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Sultan HB X Buka Suara Kasus Korupsi Lurah Condongcatur, Jika Dibiarkan, Tanah Kas Desa Bisa Habis
-
Terkuak! Ini Alasan Prabowo Copot Dadan Hindayana Cs Sebelum Akhirnya Ditahan Kejagung
-
Mindful Consumption: Prinsip Mahal di Era Digital, Kamu Bisa Terapkan?