/
Rabu, 09 November 2022 | 14:18 WIB
Tak Jujur karena Takut Tuhan atau Takut Mati? Eks Ajudan Romer: Takut Sama Pak Sambo. (tangkapan layar/Rakha)

Jaksa penuntut umum (JPU) sempat menyebut jika eks ajudan Ferdy Sambo, Adzan Romer memberikan kesaksian yang berubah-ubah di sidang. Ternyata, Adzan Romer mengaku tidak mau berkata jujur karena takut dengan Ferdy Sambo. 

Pengakuan itu disampaikan Adzan Romer saat menjadi saksi untuk Kuat Maruf dan Ricky Rizal,  dua terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J atau Yosua.

"Apa yang menyebabkan keterangan saudara berubah-ubah?" cecar Jaksa di sidang seperti dikutip dari Suara.com, Rabu (9/11/2022). 

"Karena awalnya kami masih takut memberikan kejujuran," timpal Romer.

Terkait hal itu, Jaksa sempat mencecar Romer apakah alasannya itu karena takut kepada Tuhan atau siapa hingga dirinya tidak mau berkata jujur soal kematian Yosua. 

"Takut memberikan kejujuran, takut kepada siapa? Kita kan takut pada Tuhan, kita takut mati atau kita takut apa?" cecar Jaksa.

"Takut sama Bapak (Ferdy Sambo), Pak," jawab Romer.

"Bapak siapa?" lanjut JPU.

"Pak Sambo," beber Romer.

Baca Juga: IPO Saham Onemed dengan Kode OMED Oversubscribed

"Jadi takut dengan Ferdy Sambo?" tanya JPU.

"Iya," ucap Romer.

"Kenapa takut?" tambah JPU.

"Takut saja, Pak. Karena ini sudah ada yang meninggal," beber Romer.

Adzan Romer, eks ajudan Ferdy Sambo (Youtube/ KOMPASTV). (sumber:)

JPU kemudian mendalami keterangan Romer soal insiden penembakan di rumah dinas Ferdy Sambo pada 8 Juli 2022 lalu. Dalam kesaksiannya, Romer hendak masuk ke dalam rumah ketika mendengar bunyi tembakan dan bertemu sosok Sambo terlebih dahulu.

"Selanjutnya, ketika saksi mendengar tembakan, masuk ke dalam, sebelum masuk ke dalam saksi bertemu saudara RR atau KM lebih dulu?" tanya JPU.

"Pak Ferdy dulu," jawab Romer.

JPU juga mendalami mengenai ekspresi Kuat Maruf dan Ricky Rizal ketika melihat jenazah Yosua. Menurut Romer, tidak tampak kepanikan di wajah Kuat dan Ricky.

"Di BAP saudara menjelaskan bahwa kondisi mereka dalam keadaan diam?" tanya JPU.

"Betul," jawab Romer.

"Tidak kah saudara melihat adanya kegelisahan dari terdakwa RR dan KM?" cecar JPU.

"Ketika saya tanya tidak dijawab," jawab Romer.

"Tidak ada kepanikan?" lanjut JPU.

"Iya, betul," jawab dia.

Ungkap Posisi Kuat Maruf dan Ricky Rizal

Sebelumnya, Romer diminta majelis hakim untuk memperagakan posisi Yosua usai ditembak di rumah dinas Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan. Tak hanya itu, Romer juga diminta memperagakan posisi terdakwa Kuat Maruf dan Ricky Rizal saat itu.

"Coba peragakan situasi di mana korban, Ricky dan Kuat tuh di mana bersama teman-teman saudara di mana?" kata hakim di ruang sidang utama.

Romer mengatakan, saat itu posisi Yosua berada dekat dengan tangga di rumah dinas Ferdy Sambo. Dalam ruang sidang, Romer juga menggambarkan area dirinya dan sejumlah pihak yang melihat jasad Yosua.

Sementara, posisi Kuat berada tak jauh dari kolam ikan yang ada di dalam rumah.

"Korban dekat tangga, jadi di sini ada tangga di situ korban. Om Kuat dekat tangga tapi agak jauh, di dekat kolam ikan yang ada di dalam rumah," ujar Adzan Romer. 

Sedangkan, Romer yang saat itu dari arah dapur bertemu sosok Ricky dan sempat melayangkan pertanyaaan.

"Saya tanya (Ricky) ada apa, tidak dijawab, saya lihat jenazah di situ melihat almarhum tergeletak. Lalu saya maju ke sini, saya awalnya bertanya ke pada Richard Eliezer (Bharada E), ada apa Chad?," sambungnya.

"Tapi karena saya juga takut pak, jadi saya berubah haluan seperti ini pak (balik badan). Jadi saya bisa melihat semua orang di sini pak karena saya belum tahu di dalam terjadi apa," lanjut dia.

Romer juga melihat sosok Kuat dan Ricky hanya berdiri sambil melihat jasad Yosua. Bahkan, Romer kembali bertanya tentang situasi saat itu kepada Ricky.

"Saya tatapan dengan bang Ricky jadi saya sempat kontak, ada apa bang? Seperti itu." 

Load More