- Pendapatan usaha PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) per Desember 2025 turun 11,11% menjadi Rp1,12 triliun karena beban pokok pendapatan meningkat.
- Laba bersih PJAA per Desember 2025 meningkat tipis menjadi Rp180,19 miliar, sementara laba bruto dan laba usaha mengalami penurunan signifikan.
- Kontributor utama pendapatan PJAA adalah penjualan tiket sebesar Rp737,70 miliar, meskipun terjadi penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Suara.com - PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) melaporkan pendapatan usahanya yang mengalami penurunan. Perusahaan hanya meraup Rp1,12 triliun hingga periode 31 Desember 2025.
Angka ini menurun 11,11 persen dari Rp1,26 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan laba itu disebabkan adanya beban pokok pendapatan naik menjadi Rp609,54 miliar dari Rp599,12 miliar.
Sedangkan laba bruto turun menjadi Rp511,66 miliar dari laba bruto Rp666,77 miliar. Laba usaha turun menjadi Rp324,85 miliar dari laba usaha Rp372,36 miliar.
"Laba sebelum pajak turun menjadi Rp224,88 miliar dari laba sebelum pajak Rp249,26 miliar. Laba bersih yang diatribusikan ke pemilik entitas induk Rp180,19 miliar naik dari laba bersih Rp177,79 miliar di periode sama tahun sebelumnya," tulis Manajemen seperti dikutip Laporan Keterbukaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (18/2/2026).
Saat ini, jumlah liabilitas turun menjadi Rp1,77 triliun hingga periode 31 Desember 2025 dari jumlah liabilitas Rp1,85 triliun hingga periode 31 Desember 2024.
Selain itu, jumlah aset mencapai Rp3,63 triliun hingga periode 31 Desember 2025 naik dari jumlah aset Rp3,59 triliun hingga periode 31 Desember 2024.
Sementara itu, dari sisi segmen usaha, penjualan tiket tetap menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp737,70 miliar atau sekitar 65,8 persen dari total pendapatan 2025.
Rinciannya, pendapatan dari wahana wisata mencapai Rp483,21 miliar dan dari pintu gerbang sebesar Rp254,49 miliar. Namun, dibandingkan tahun sebelumnya, pendapatan tiket mengalami penurunan 18,68 persen dari Rp907,18 miliar pada 2024.
PJAA juga meraup pendapatan dari hotel dan restoran sebesar Rp68,54 miliar, turun 10,80 persen (YoY). Sementara itu, pendapatan usaha lainnya justru tumbuh 14,17 persen (YoY) menjadi Rp316,95 miliar.
Baca Juga: Kesulitan Keuangan, Wendy'S Tutup Ratusan Gerai di Amerika Serikat
PJAA juga tidak mencatatkan pendapatan dari real estat (tanah dan bangunan) pada 2025, berbeda dengan tahun 2024 yang masih membukukan Rp5,67 miliar dari segmen tersebut.
Berita Terkait
-
Solusi Masalah e-Kinerja BKN 2026: Data Tidak Sinkron, Gagal Login, hingga SKP Guru
-
Alasan ASN Wajib Laporkan Aktivitas Kerja Harian via E-Kinerja BKN
-
Cara Input Progres Harian di E-Kinerja BKN
-
Apa Itu e-Kinerja BKN? Ini Cara Akses dan Fungsinya dalam Pembuatan SKP
-
WSBP Catat Kontrak Baru Rp1,3 Triliun hingga November 2025, Perkuat Transformasi Bisnis dan Keuangan
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Harga Minyak Dunia Bakal Turun Besar-besaran, 'Tandanya' Sudah Muncul
-
Jadwal Cum Date 6-7 Juli 2026 dan Daftar 19 Saham Bagi Dividen Minggu Ini
-
Sambut HUT ke-28, Bank Mandiri Kembali Gelar Donor Darah Serentak di 12 Region
-
Bank Jago Fokus Inovasi Fitur untuk Gaet Nasabah, Gimana Kinerja Sahamnya?
-
BBKP Pangkas Jumlah Karyawan dan Tutup Kantor Cabang, Ini Penyebabnya
-
Jadi Pertimbangan Serok, Harga Emas Batangan Diproyeksi Anjlok Pekan Depan
-
Pertamina Rombak Besar-besaran, 31 Anak Perusahaan Resmi Direstrukturisasi
-
Warga Malaysia Sering Kepo Kecanggihan Whoosh
-
Enaknya Jadi Komisaris Bank, Bisa Kredit Fiktif dan Manipulasi Pembukuan
-
BNI Perkenalkan Logo HUT ke-80, Simbol Pengabdian dan Komitmen Melayani Negeri