- Harga emas global anjlok lebih dari 2% pada Selasa (17/2/2026) akibat Dolar AS menguat dan meredanya isu geopolitik.
- Penurunan harga emas dipicu oleh kenaikan Dolar AS serta optimisme kemajuan negosiasi nuklir Iran dan Rusia-Ukraina.
- Investor kini menantikan risalah The Fed dan data inflasi PCE untuk memprediksi arah kebijakan suku bunga mendatang.
Suara.com - Harga emas global mengalami tekanan jual yang masif pada sesi perdagangan Selasa (17/2/2026).
Logam mulia ini merosot lebih dari 2%, sebuah koreksi signifikan yang dipicu oleh kombinasi penguatan mata uang Dolar Amerika Serikat (AS) serta meredanya kekhawatiran pelaku pasar terhadap konflik geopolitik di Timur Tengah dan Eropa Timur.
Berdasarkan data pasar terbaru, harga emas di pasar spot anjlok sebesar 2,16% ke level US$ 4.883,17 per ons troi.
Penurunan yang lebih dalam terlihat pada kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April, yang terkoreksi hingga 2,87% dan berakhir di posisi US$ 4.901,66 per ons troi.
Salah satu faktor teknis yang membebani emas adalah kenaikan indeks Dolar AS sebesar 0,3% terhadap mata uang utama lainnya.
Mengingat emas diperdagangkan secara global dalam denominasi dolar, penguatan greenback membuat aset safe haven ini menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang asing. Kondisi tersebut secara otomatis mengerem minat beli investor internasional.
Analis senior dari Kitco Metals, Jim Wyckoff, berpendapat bahwa tren kenaikan emas (bullish) saat ini sedang kehilangan tenaga karena minimnya pendorong baru.
"Pasar bullish membutuhkan dukungan fundamental baru secara berkala. Namun belakangan ini, tidak ada sentimen positif baru yang cukup kuat untuk mendorong harga emas dan perak lebih tinggi," jelas Wyckoff.
Faktor geopolitik menjadi pemicu utama di balik aksi ambil untung para investor. Kabar positif datang dari Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, yang mengindikasikan adanya kemajuan signifikan dalam negosiasi nuklir dengan AS.
Meskipun belum mencapai kesepakatan akhir, kesepahaman pada prinsip-prinsip dasar telah menurunkan suhu ketegangan di kawasan tersebut.
Tak hanya itu, optimisme juga muncul dari Jenewa, di mana delegasi Rusia dan Ukraina bertemu dalam perundingan damai yang dimediasi oleh pihak Gedung Putih.
Wyckoff menambahkan bahwa jika konflik dengan Iran dapat dihindari dan jalur damai Rusia-Ukraina terbuka, maka kecemasan pasar akan menyusut, yang secara langsung menjadi sentimen negatif bagi komoditas emas dan perak.
Kini, fokus pelaku pasar tertuju pada rilis risalah rapat bank sentral AS (The Fed) edisi Januari yang dijadwalkan terbit pada Rabu waktu setempat.
Selain itu, data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) yang akan dirilis pada Jumat (20/2/2026) sangat dinantikan untuk memprediksi arah kebijakan suku bunga.
Pasar saat ini berspekulasi bahwa pelonggaran kebijakan moneter atau pemangkasan suku bunga perdana The Fed kemungkinan baru akan terjadi pada Juni 2026.
Berita Terkait
-
Harga Emas Dunia Bergerak Fluktuatif, Nilainya Tembus Rp3 Juta per Gram
-
Update Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, Awal Ramadan Saatnya Borong?
-
Cewek Minta Mahar 50 Gram Emas, Masa Lalu Terungkap Bikin Publik Minta Cowok Batalkan Pernikahan
-
Harga Emas Antam Lagi-lagi Merosot di Liburan Imlek, Dibanderol Rp 2,91 Juta/Gram
-
Bisnis Emas BSI Melesat 100 Persen dalam 8 Bulan
Terpopuler
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- 5 Motor Listrik Terbaik Buat Ojol: Jarak Tempuh Jauh, Harga Terjangkau, Mesin Bandel
- 6 Bedak Padat untuk Makeup Natural dan Anti Kusam, Harga Terjangkau
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- 5 Motor Listrik Fast Charging, Bebas Risau dari Kehabisan Baterai di Jalan
Pilihan
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
Terkini
-
Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI
-
Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI
-
Nunggak Utang Pinjol Otomatis Lunas Setelah 90 Hari? Ini Fakta Pahitnya
-
Perang Iran - AS Ganggu Bisnis, Ongkos Logistik Melonjak
-
Misi Dagang ke Beijing, RI Bidik Investasi dan Rantai Pasok Global
-
Genjot Inovasi dan Layanan, Perusahaan Dessert Ini Perkuat Dominasi Pasar Ritel
-
Begini Strategi MyFundAction Ciptakan Multiplier Effect Ekonomi
-
Bulog Tindaklanjuti Aspirasi Petani dan Pastikan Serap Tebu Petani Blora Sesuai Harga Pemerintah
-
Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan
-
Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange