Bisnis / Makro
Rabu, 18 Februari 2026 | 10:14 WIB
Dian Swastatika Sentosa (DSSA)

Suara.com - Emiten energi dan infrastruktur milik Grup Sinarmas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), secara resmi mengumumkan rencana strategis untuk melakukan pemecahan nilai nominal saham atau stock split.

Langkah ini menjadi perhatian serius para pelaku pasar mengingat posisi DSSA sebagai salah satu saham dengan harga nominal tertinggi di bursa domestik saat ini.

Berikut adalah fakta-fakta penting terkait rencana aksi korporasi tersebut yang perlu dicermati oleh investor:

1. Rasio Pemecahan Saham 1:25

DSSA telah menetapkan rasio stock split sebesar 1:25. Artinya, setiap 1 saham lama dengan nilai nominal tinggi akan dipecah menjadi 25 saham baru dengan nilai nominal yang lebih kecil.

Aksi ini secara otomatis akan mengubah postur jumlah saham beredar perseroan menjadi 25 kali lipat lebih banyak dari jumlah saat ini.

2. Jadwal Keputusan RUPSLB

Kepastian mengenai eksekusi rencana ini akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Pertemuan krusial tersebut dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 11 Maret 2026.

Agenda utamanya mencakup permohonan persetujuan pemegang saham atas stock split dan penyesuaian pasal-pasal terkait dalam anggaran dasar perseroan.

Baca Juga: Laju Bursa Asia Terpangkas Libur Imlek, Nikkei Terpeleset Isu Wait and See

3. Ketentuan Kuorum dan Pengambilan Keputusan

Agar keputusan dalam RUPSLB dinyatakan sah dan mengikat, terdapat syarat kuorum yang ketat:

Rapat harus dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili minimal dua pertiga (2/3) dari seluruh saham dengan hak suara sah.

Keputusan baru dapat dijalankan jika disetujui oleh lebih dari dua pertiga (2/3) suara yang hadir atau diwakili dalam rapat tersebut.

4. Tujuan Strategis: Harga Lebih Terjangkau

Manajemen menjelaskan bahwa alasan utama di balik langkah ini adalah untuk menurunkan hambatan masuk bagi investor ritel.

Dengan harga yang lebih murah pasca-stock split, diharapkan basis investor akan meluas. Selain itu, manajemen menargetkan peningkatan likuiditas perdagangan harian di pasar serta penguatan tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance).

5. Performa Harga Saham Terkini

Berdasarkan data perdagangan pada Jumat, 13 Februari 2026, saham DSSA tercatat berada di level Rp94.325 per saham, atau mengalami pelemahan tipis 0,71%. Secara teknis, jika stock split 1:25 dilakukan pada level harga tersebut, maka harga saham DSSA nantinya akan berada di kisaran Rp3.773 per saham, angka yang dinilai jauh lebih terjangkau bagi publik.

Namun, investor perlu mencatat bahwa kinerja saham DSSA dalam jangka pendek menunjukkan tren koreksi. Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, harga saham telah menyusut 8,8%, sementara sejak awal tahun (ytd), nilainya sudah terkoreksi sebesar 6,61%.


DISCLAIMER: Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga yang tinggi. Seluruh data mengenai rencana stock split PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) ini disusun untuk tujuan informasi berita pasar modal per Februari 2026. Artikel ini bukan merupakan rekomendasi beli atau jual. Keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab pribadi investor.

Kontributor : Rizqi Amalia

Load More