/
Selasa, 15 November 2022 | 17:57 WIB
Putra Irwasda Polda Kaltara Diduga Aniaya Calon Akpol di PTIK, Yusnawati: Sekarang Anak Saya Ketakutan Diancam Mau Dihabisi (Antara)

Wanita bernama Yusnawati mengadu ke polisi soal peristiwa penganiayaan putranya, FB (16). Sanng anak babak belur diduga karena dianiaya oleh RC, putra kandung Irwasda Polda Kalimantan Utara (Kaltara) Kombes 

Kasus penganiaayan yang dialami anaknya itu sudah dilaporkan oleh Yusnawati ke Polres Metro Jakarta Selatan. Dalam laporannya itu, Yusnawati mengaku sudah menyertakan visum sang anak sebagai bukti ke polisi.

Mengutip Suara.com, Yusnawati mengaku anaknya mengalami luka cukup parah terutama di daerah mata. Gegara tindakan penganiayaan itu, FB disebut sang ibu mengalami trauma karena sempat diancam ingin dihabisi oleh terduga pelaku. 

"Udah saya visum di sini (mata) berdarah semua, memar di sini (pupil), terus ulu hatinya. Sekarang yang paling ini anak saya udah ketakutan, karena kan dia udah diancam mau dihabisi. Dia nggak mau keluar rumah," kata Yusnawati di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (15/11/2022).

Yusnawati melaporkan kasus penganiayaan terhadap anaknya berinisial FB ke Polres Metro Jakarta Selatan. FB diduga dianiaya anak kandung Irwasda Polda Kalbar saat bimtek di PTIK, Jaksel. (Suara.com/M Yasir) (sumber:)

Jual Nama Bapak Berpangkat Kombes

Terkait laporan yang dibuat oleh Yusnawati telah diterima polisi dengan nomor registrasi: LP/3596/XI/2022/RJS.

Ibu korban juga mengungkap jika peristiwa penganiayaan terjadi saat anaknya sedang mengikuti  bimbingan belajar (bimbel) jasmani di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan. 

Yusnawati menyebut, anaknya FB dan RC sama-sama mengikuti bimbingan belajar atau bimbel jasmani sebagai calon Akpol di PTIK. Saat peristiwa penganiayaan itu terjadi menurutnya juga disaksikan oleh pelatihnya. 

"Yang paling bikin saya miris itu pelatihnya itu tahu kalau anak saya sudah dibuat bonyok sama anak ini dan dia lihat sendiri kalau anak saya sudah dipukul sama anak itu," katanya. 

Baca Juga: Mengerikan Jadi LGBT di Qatar: Diburu, Ditangkap, Dipukuli dan Dipaksa Tes Psikolog

Wanita berkerudung itu mengaku anaknya sempat ketakutan hingga tak berani melaporkan kasus itu ke polisi. Sebab, menurutnya, RC suka jual nama bapaknya yang berpangkat Kombes atau Komisaris Besar di institusi Polri. 

"Dia (anak saya) bilang dia (RC) anak Kombes bu, pelatih aja takut sama dia. Karena di mana-mana dia bikin masalah selalu bawa bawa nama anak Kombes," katanya. (Sumber: Suara.com)

Load More