/
Jum'at, 20 Januari 2023 | 12:23 WIB
Ilustrasi Becak-Modal Peci dan Masker Tipu Teller BCA, Kisah Tukang Becak Kuras Duit Bos Kos-kosan hingga Ratusan Juta (Foto: Beritajatim)

Pegawai bank di salah satu kantor cabang BCA kena tipu habis-habisan oleh Setu yang berprofesi sebagai abang becak. Dari aksi peniputan itu, Setu bisa menyedot uang milik nasabah bank milik bos kos-kosan bernama Muin Zachry hingga ratusan juta. 

Aksi tukang becak yang menguras duit nasabah bank sebesar Rp345 juta itu terungkap saat Maharani Istono Putri, teller Bank BCA Surabaya memberi kesaksian di persidangan kasus penipuan yang digelar di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (17/1).

Adapun peristiwa tukang becak menyamar jadi nasabah itu terjadi pada Jumat 5 Agustus 2022 lalu. Seperti dikutip dari Suara.com, saat menyamar menjadi nasabah, Setu mengenakan peci dan masker sehingga terlihat seperti Muin Zachry. 

Masker itu dipakai pelaku guna menutupi identitasnya. 

Di depan hakim, Putri menganggap jika sosok Setu hampir menyerupai nasabah Muin, ditambah dengan bukti nomor pin dan KTP yang dibawa Setu.

"Dia membawa buku tabungan, tahu nomor PIN dan KTP asli korban," kata Putri.

Saat bertemu dengan tukang becak itu, Putri mengaku sempat bertanya kepada Setu, alasannya sendirian mengambil uang dengan jumlah besar di bank. Agar tidak dicurigai, Setu pun menjawab dengan santai.

Kepada Putri, Setu mengaku jika dirinya didampingi anak yang menunggu di mobil. 

"Saat tengah kejadian, bank tempat saya bekerja sedang sepi. Sebab, berbarengan dengan waktu salat Jumat," kata Putri.

Baca Juga: Harga LPG 3 Kg Dan Air PDAM Naik Bersamaan, IRT di Karangasem Merasa Tak Baik-baik Saja

Dalam persidangan itu, Putri mengklaim penarikan uang itu dilakukan sesuai prosedur. Dia pun mengakui jika tanda tangan yang ditulis Setu mirip dengan nasabah Muin. Akan tetapi, teller bank BCA itu mengakui tidak melakukan double cross check terkait pemilik nasabah.

"Saya menganggap pemiliknya sendiri yang ambil. Ini berbeda dengan ketika yang mengambil orang lain (pakai surat kuasa)," jelas.

Dalam sidang juga terungkap jika Setu tidak beraksi sendiria. Ternyat tukang becak itu disuruh oleh Mohammad Thoha yang telah mencuri data pribadi nasabah Muin. Thoha diketahui adalah penghuni kos yang dimiliki oleh Muin. 

Data pemilik kos itu dicuri saat korban sedang salat Jumat di masjid. 

Setelah mendapat data diri, Thoha lantas mencari orang memiliki raut wajah serupa dengan Muin. Bertemulah Thoha dengan Setu tukang becak yang tengah mangkal di pinggir jalan.

Keduanya berbincang singkat mengenai aksi yang akan dilakukan. Kemudian, akhirnya keduanya setuju dan melancarkan aksi yang berhasil tersebut.

Load More