Selain minta dibebaskan, Putri Candrawathi memohon agar hakim memerintahkan jaksa penuntut umum untuk mencopot police line (garis polisi) di bekas rumah dinas suaminya, Ferdy Sambo di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan. Permintaan itu disampaikan Putri saat membacakan nota pembelaan atau pleiodi dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana terhadp Brigadir J alias Yosua di PN Jakarta Selatan, kemarin.
Terkait hal itu, pengacara Putri, Febri Diansyah menjelaskan maksud permintaan kliennya agar jaksa mencopot garis polisi di bekas rumah dinas suaminya itu.
Menurutnya, garis polisi itu tidak dibutuhkan lagi karena kasus Brigadir J sudah masuk ke persidangan.
"Ya sebenarnya kalau kasusnya sudah selesai kan, garis polisi itu kan tidak dibutuhkan lagi," kata Febri seperti dikutip dari Suara.com, Kamis (26/1).
Eks Jubir KPK itu pun mengklaim jika ada barang-barang di eks rumah dinas Sambo yang tidak berkaitan sama sekali dengan kasus Brigadir J. Bahkan, Febri mengungkit soal beras yang ada di rumah itu lantaran dianggap mubazir dan bisa diberikan kepada orang yang membutuhkan.
"Ada beberapa barang-barang yang tidak ada hubungannya dengan perkara. Ada beras juga ya di dapur itu kan, juga sebenarnya bisa disumbangkan ke pihak yang membutuhkan," katanya.
Febri pun meminta agar eks rumah dinas Sambo itu bisa digunakan lagi seperti sedia kala.
"Jadi akan lebih baik kalau lokasi tersebut bisa dimanfaatkan semaksimal. Tapi itu kembali kepada majelis hakim ya."
Baca Juga: Cerita Masa Awal Pandemi, Jokowi: Saya Semedi 3 Hari untuk Putuskan Lockdown atau Tidak
Saat membacakan pleidoi di sidang kemarin, Putri Candrawathi turut menyoal garis polisi yang masih membentang di eks rumah dinas suaminya, Ferdy Sambo. Dia pun meminta agar hakim bisa memerintahkan jaksa untuk mencopot garis polisi itu.
Permintaan itu disampaikan pengacar Putri, Arman Haris saat membacakan pleidoi kliennya di persidangan, kemarin.
"Memerintahkan Penuntut Umum untuk pencabutan garis polisi (police line) rumah terdakwa yang terletak di Jalan Duren Tiga No. 46, Jakarta Selatan," kata Arman.
Dalam pleidoi yang dibacakan, Arman juga meminta hakim membebaskan Putri dari segala tuntutan jaksa terkait kasus pembunuhan berencana Brigadir J.
Berita Terkait
-
Pledoi Putri Candrawathi Penuh Drama, Irma Hutabarat: Menyerang Kehormatan Orang yang Sudah Mati
-
Tetap Tegar Meski Diperalat Sambo, Bharada E Kutip Alkitab di Sidang Pleidoi: Tuhan Dekat dengan Orang yang Patah Hatinya
-
Richard Eliezer Kenang Perjuangan Jadi Anggota Polri: Sampai 4 Kali Tes, Berujung Diperalat Sambo
-
Tak Menyangka Diperalat Sambo, Bharada E: Perasaan Saya Hancur
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Presiden Prabowo Lakukan Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II Senilai Rp116 Triliun
-
Bawa Mobil Pakai Infus, Kepala DPMPTSP Pandeglang Tabrak Kerumunan Siswa SD: 1 Meninggal, 1 Kritis
-
Mulai Hari Ini Belanja di China Bisa Pakai QRIS
-
Tok! Bayar Pajak Kendaraan di Banten Kini Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Berlaku 1 Mei31 Desember 2026
-
Kerasnya Evaluasi Bojan Hodak Usai Persib Kembali ke Puncak
-
Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran
-
Isu Penutupan Jalan Diponegoro Beredar, Ini Penjelasan Pemprov Jabar
-
Bukan Orang Sembarangan! Tambang Emas Ilegal di Bogor Raup Omzet Rp9 Miliar per Bulan
-
Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!
-
Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal