Eks penyidik KPK Novel Baswedan mengaku sudah memprediksi nasib Ferdy Sambo yang dijatuhi hukuman mati atas kasus pembunuhan berencana terhadap eks ajudannya, Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Novel Baswedan mengaku pernah menyampaikan langsung kepada eks Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto dalam acara podcastnya, jika Sambo bakal menerima vonis hukuman mati.
"Sebetulnya kita sudah prediksi ya pak. Sebelumnya di podcast pak BW, ketika pak BW bertanya, saya bilang, kalau saya hakimnya, saya mengira dengan fakta-fakta itu tentunya, hukuman yang sepadan adalah hukuman mati," kata Novel seperti dikutip dalam acara podcast di akun Youtube, @NovelBaswedanOfficial, hari ini.
BW sapaan Bambang Widjojanto langsung mengingat soal pernyataan Novel dan langsung menyodorkan tangan seolah memberikan selamat.
"Selamat-selamat, keren. Prediksinya tepat," kata BW sembari tertawa.
Dalam podcast itu, Novel pun menganggap prediksinya itu bukan semata-mata untuk berucap syukur atas hukuman mati yang dijatuhkan majelis hakim kepada Sambo. Namun, menurutnya, putusan hakim itu menjadi alarm bagi siapa pun agar tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum.
"Kita bukan sedang mensyukuri atas orang yang dihukum berat. Tapi kita berharap keadilan itu membuat takut berbuat jahat," katannya.
BW pun mengamini pernyataan Novel. Dia pun berharap vonis hukuman mati Ferdy Sambo bisa memberikan rasa keadilan bagi masyarakat, terutama keluarga mendiang Brigadir J.
"Mudah-mudahan itu menjadi suara keadilan lewat majelis hakim ada dalam putusan," ujar BW.
Baca Juga: Catat! Inilah 5 Faktor yang Dapat Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung
Berita Terkait
-
Hakim Wahyu Viral karena Berikan Vonis Hukuman Mati Kepada Ferdy Sambo, Gimana Sih Cara Jadi Hakim?
-
Mahfud MD Sebut Ferdy Sambo Bisa Lolos dari Hukuman Mati, Asal...
-
Bagaimana Islam Memandang Hukuman Mati Pada Pelaku Pembunuhan Seperti Ferdy Sambo?
-
Soal Vonis Hakim untuk Ferdy Sambo, Putri, Kuat Maruf dan Ricky Rizal, Pengacara: Semua Keinginan Kita Diapresiasi Hakim
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Analisis Taktik Norwegia vs Prancis: Duel Haaland dan Mbappe Demi Raja Grup
-
Anime Dr. STONE Resmi Tamat, Akhiri Petualangan Senku Selama 7 Tahun
-
Kredit Motor di Jakarta Fair 2026? Jangan Sampai Ditolak, Ini 4 Hal yang Wajib Disiapkan
-
Resmi! Brigjen Yulius Audie Sonny Latuheru Jabat Kapolda Papua Barat, Ini Sosoknya
-
Jokowi Disebut Bawa Misi Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Apa Kata Istana?
-
Ulasan Film Supergirl: Sinema Kosmis yang Megah, Sunyi, dan Mendalam
-
Tarif KOL Capai Rp 150 Juta, Startup Ini Pilih Bayar Konsumen Biasa
-
4 Fakta Menarik Ketangguhan Turki Menjegal Dominasi Amerika Serikat di Piala Dunia 2026
-
Tilap Rp7,6 Miliar, Duo Penipu Haji Mujamalah VIP Diringkus Sebelum Kabur ke Luar Negeri
-
HP Perkenalkan AI PC dan HP IQ, Siap Ubah Masa Depan Dunia Kerja