Beredar video di media sosial yang menampilkan seorang anak laki-laki diduga menjadi korban penyiksaan seorang pria. Dalam video yang beredar, pria itu menjepit kepala bocah itu hingga menangis.
Dilihat pada Rabu (15/2), dalam video yang diunggah akun Instagram @kamerapengawas.id, peristiwa anak yang diduga disiksa pria itu terekam kamera amatir. Tampak pria berbaju kuning itu sengaja menjepit kepala anak laki-laki itu dengan menggunakan kakinya di sebuah ruangan. Dalam video itu, terdengar anak itu menangis menjerit-jerit.
Mirisnya, terlihat anak itu kesulitan bernapas saat kepalanya dijepit oleh pria itu.
Meski anak itu terlihat meronta-ronta, pria yang melakukan penyiksaan itu terlihat membiarkan dan malah asyik bermain ponsel.
Berdasar narasi dari unggahan video itu, disebutkan jika anak kecil yang menjadi korban itu mengalami autism spectrum disorder (ASD) atau (ASD) atau yang lebih sering disebut autisme. Disebutkan jika peristiwa penyiksaan anak itu terjadi di sebuah rumah sakit di kawasan Depok. Kasus itu disebut terjadi saat sang anak dibawa oleh orang tua untuk menjalani terapi wicara. Namun, bocah diduga penderita autis itu malah disiksa oleh terapis pria.
"Dibawa orang tuanya ke suatu rumah sakit di Depok untuk dilakukan terapi wicara, bukannya diterapikan tetapi malah disiksa," demikian keterangan dalam video itu.
Beredarnya aksi pria yang menyiksa anak autis itu membuat netizen murka. Beragam komentar pedas dan kecaman dari netizen membanjiri kolom komentar di video itu.
"Gila sih ini hatinya udah mati," tulis akun @ge****.
"Ya Allah kejinya," kata akun @al*****.
Baca Juga: Richard Eliezer Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kejagung Masih Pikir-pikir Ajukan Banding atau Tidak
A****ng nih orang, itu nafas ampe sesek setan!" geram akun @_p****.
"U ngapa ngerekam si bukannya ditegur," kata akun @yo******.
"Jangan ada kata damai. Dipecat dan penjara kan," kecam akun @ah*********.
Berita Terkait
-
5 Fakta Bocah Perempuan Penuh Luka Bakar Terlantar di Depok, Takut Dipulangkan ke Ibunya
-
Dear Parents, Ini Pentingnya Sadari Kondisi Autisme Anak Sejak Dini
-
Beredar Video Emak-emak Siksa Anak Tetangga, Tanpa Basa-basi Jewer Telinga si Balita sampai Memar
-
Kesaksian Tetangga Soal Orang Tua yang Diduga Siksa Anaknya di Bekasi: Sangat Tertutup dan Jarang Bergaul
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci