/
Senin, 03 Juli 2023 | 12:06 WIB
Usai Al Zaytun, Kini Muncul Ponpes Al Kafiyah Diduga Izinkan Pengikut Berzina Asal Bayar Mahar Rp30 Juta, Salatnya Dipimpin Wanita? (Ist)

Kini bermunculan pondok pesantren yang diduga menyimpang dari ajaran Islam. Setelah Ponpes Al Zaytun yang dipimpin Panji Gumilang, sekarang mencuat nama ponpes Al Kafiyah yang diduga menyebarkan ajaran sesat kepada para santrinya.

Belum lama ini, beredar sebuah video yang dikutip dari Suara.com, tampak seorang wanita bercadar menjadi imam salat dari tiga jemaah laki-laki. Selain itu, gerakan salat yang dilakukan pun tampak berbeda dengan biasanya.

Dalam video itu, juga terlihat tiga jemaah wanita yang sedang berdiri dengan tatapan tajam.

Selain itu, Ponpes Al Kafiyah juga dikabarkan berada di Pulau Sumatra itu disebut-sebut memperbolehkan pengikutnya berbuat dosa, salah satunya berzina asal membayar uang hingga jutaan rupiah. 

Berdasar video yang dibagikan dalam kanal Youtube Gubez Mamaz Karyo, disebutkan jika duit Rp30 juta menjadi mahar untuk penghapusan dosa pengikut di Ponpes Al Kafiyah. Uang puluhan juta itu juga disebut sudah termasuk biaya pengajian di ponpes tersebut. 

"Boleh berbuat dosa dan semua dosa bisa dihapuskan. Untuk menghapus dosa bayar mahar (Rp30 juta)," demikian dalam video seperti dikutip dari Suara.com.

Kontroversi lain, yakni Ponpes Al Kafiyah disebut-sebut menghalalkan perbuatan zina. Hal itu terungkap dari video dua orang pria menegur sejumlah wanita diduga santriwati di ponpes itu karena melaksanakan salat Isya hingga ratusan rakaat.

Seorang santriwati pun menyebut alasannya salat ratusan rakaat karena untuk stok ibadah selama satu minggu. Mirisnya, wanita lain diduga santriwati ponpes itu mengajak dua pria itu untuk bersetubuh. 
Wanita itu mengatakan jika keduanya dapat memberikan stok kepadanya selama sembilan bulan. Mendengar jawaban itu, satu dari pria itu langsung mengucap istighfar dan menegur wanita itu. 

Selain itu, seseorang yang sudah bergabung dengan pengajian di Al Kafiyah, dikabarkan diizinkan untuk tinggal satu rumah atau satu kamar dengan santri perempuan. Hal ini tentu membuat netizen murka lantaran ponpes tersebut seperti memperbolehkan tindakan zina.

Baca Juga: Dicap Sesat, Panji Gumilang Tak Sembelih Hewan Kurban, Begini Pengakuan Eks Jemaah Al Zaytun

Kasat Intel Polres Langkat, AKP M Syarif Ginting, menyebut bahwa pihak Padepokan Sendang Sejagat sudah memberikan klarifikasi. Sebab, video tentang ajaran sesat yang beredar luas di media sosial adalah gagasan mereka.

Konten itu diketahui dibuat di Pondok Pesantren Al Kafiyah.

(Sumber: Suara.com)

Load More