Selebgram Fujianti Utami alias Fuji kembali membuat geger karena bisa meraup cuan Rp2,7 miliar cuma selama dua jam berjualan skincare secara live di akun TikTok-nya. Bahkan, baru 40 menit live saja, Fuji bisa meraup Rp1,2 miliar.
Lantaran jualan skincare-nya laris manis, Fuji pun berterima kasih kepada orang-orang yang telah belanja dalam sesi live-nya.
"Terima kasih semuanya. Thank you. Terima kasih semuanya yang belanja. Love you all," ucap Fuji dikutip dari Suara.com.
Atas pencapaiannya itu, banyak yang sangat takjub karena suksesnya Fuji berjualan online berkat loyalitas para penggemarnya.
"Sebagai orang yang enggak ngikutin seleb, aku ngeliat fans dia tuh walaupun kebanyakan blundernya tapi loyal banget sumpah," tulis netizen.
Akan tetapi, ada netizen yang justru mencurigai jika penjualan skincare Fuji bukan dibeli secara murni oleh penggemarnya melainkan berkat bantuan buzzer yang melakukan fake order atau pembelian palsu.
"Sebagai buzzer yang pernah meramaikan fake order live ikut tertawa," timpal netizen lainnya.
Netizen pun turut membongkar cara buzzer yang diduga melakukan fake order live shopping Fuji tersebut.
"Ada dua sistem yang pernah aku lakui. Check out payment COD (cash on delivery atau bayar tunai setelah pesanan tiba) pas live. Kelar live cancel order," bebernya.
Baca Juga: Minta Tanggapan Netizen soal Kasus Jessica Wongso, El Rumi Malah Diledek soal Fuji: Yuk Bisa El...
"Yang kedua tetap order payment pake VA dan mereka (penjual) yang bayar tapi barang tetap dikirim paling isinya permen atau yang murah," imbuhnya.
Setelah terbongkar bagaimana buzzer membuat fake order saat live, netizen lainnya pun sangsi soal pencapaian fantastis Fuji saat berjualan skincare secara live.
"Oalah bodohnya aku yang percaya mereka dapat miliaran dan barangnya habis laku terjual," kata netizen lainnya.
"Enggak kepikiran sampai ada buzzer gini, pintar banget ya naikin engagement, salut sih sama manajemennya. Ingat kayak penonton bayaran Inbox dll ya, kelihatan ramai padahal ya dibayar," timpal yang lain.
Berita Terkait
-
Lolly Anak Nikita Mirzani Kaget Disawer saat Live TikTok, Fuji Dipuji Anak Baik: Dia Peka Sekali
-
Pamer Makeup di Wajah usai Tampil di IDA 2023, Fuji Malah Dicibir: Alis sama Bibir Disulam
-
Sebut Pemerintah Bunuh Pelaku UMKM, Denise Chariesta Mewek TikTok Shop Ditutup: Gimana Gue Bayar Gaji Karyawan?
-
Fuji Banjir Pujian saat Berpose Bareng Monyet, Mayang Kena Nyinyir: Si Mayang Nyantai Banget, Sambil Makan Kacang Lagi
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Klasemen Piala AFF U-19: Timnas Indonesia Wajib Menang Besar atas Timor Leste demi Gusur Vietnam
Pilihan
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
Terkini
-
UAS Posting Foto Anjing Gigit Tulang Sindir Siapa? Ustaz Derry: Kareh
-
WALHI: Target Ekonomi 8 Persen Bisa Sulap Papua Jadi Hamparan Sawit Raksasa
-
Pemprov DKI Kebut Pembersihan Sampah Muara Angke, Ditargetkan Tuntas Akhir Pekan
-
TimnasDay! Timnas Indonesia Kick Off Lawan Oman Malam Ini, Berapa Gol yang Tercipta?
-
Film Crayon Shin-chan ke-33 Rilis Trailer Baru, Ungkap Lagu Tema oleh TOMOO
-
Sering Dihina 'Tolol', Mantan ART Erin Taulany Alami Gangguan Jiwa hingga Nekat Kabur dari Rumah
-
'Nyerah Jadi WNI tapi Sayang sama RI', Aksi Ibu di Yogya Soroti Ekonomi hingga Korupsi
-
Simak! Ini Modus Baru Penipuan Digital yang Sedang Marak di Indonesia dan Dunia
-
Geledah 5 Jam, KPK Sita Moge Harley Davidson hingga Porsche di Rumah Silmy Karim
-
Mapala Kritik Kemenhut: Kami Bawa Data Kerusakan, Malah Disuruh Tanam Pohon