Nama Jessica Kumala Wongso kembali menjadi obrolan publik setelah kasus kopi sianida yang menewaskan I Wayan Mirna Salihin diangkat dalam film dokumenter berjudul Ice Cold: Murder, Coffe dan Jessica Wongso besutan Netflix.
Sejak kasus itu kembali viral, terungkap ucapan Jessica Wongso kepada Irjen Krishna Murti saat masih menjabat sebagai Dirreskrimum Polda Metro Jaya sekaligus yang menangani kasus kematian Mirna pada 2016 lalu.
Cerita itu diungkapkan oleh pakar hukum pidana Edward Omar Sharif Hiariej alias Prof Eddy Hiariej saat menjadi narasumber dalam podcast yang tayang di channel Youtube Deddy Corbuzier, Selasa (10/10).
Dalam podcast itu, Deddy Corbuzier awalnya bertanya kepada Eddy Hiariej soal video Krishna Murti meminta agar Jessica mengaku sebagai pembunuh Mirna. Dalam kasus Mirna, Eddy Hiariej adalah saksi ahli dari kepolisian.
"Beredar video juga nih, katanya sampai pak Krishna Murti minta Jessica ngaku aja deh," kata Deddy Corburzier.
Namun, Eddy Hiariej menyangkal soal hal itu. Menurutnya, Polda Metro Jaya yang menangani kasus Mirna saat itu sangat profesional hingga berkas perkara itu bisa ditingkatkan ke tahap penuntutan.
Prof Eddy Hiariej pun menjelaskan soal proses penyidikan dalam kasus kopi sianida itu, termasuk soal beberapa kali dilakukan gelar perkara hingga terjadi dua kali pemulangan berkas perkara oleh pihak kejaksaan karena sempat dinyatakan belum lengkap.
"Saya kira itu tidak benar. Polisi sangat ekstra hati-hati menangani kasus ini. Buktinya apa? Gelar perkara itu dilakukan berkali-kali, sampai pada atasan yang tertinggi di Polri, dalam hal ini Kapolri," kata Prof Eddy Hiariej.
Dia pun menyebutkan jika berkas perkara akhirnya bisa dinyatakan lengkap alias P21 di hari terakhir masa penahanan Jessica saat masih ditahan di Polda Metro Jaya.
"Jaksa tidak langsung menerima begitu saja. Dua kali dilakukan pengembalian berkas. Koordinasi lebih dari 5 kali. Bahkan jaksa mengeluarkan P21. Bahwa berkas dinyatakan lengkap pada hari terakhir. Jadi tidak sembarangan. Bahkan, Polri melakukan investigasi didampingi oleh tim ahli, sehingga tidak serampangan. Jadi sangat profesional, kasus ini mendapat perhatian publik," tambah Eddy.
Wakil Menteri Hukum dan HAM itu pun akhirya mengungkit soal cerita Jessica yang sempat bertanya kepada Krishna Murti saat kepolisian hendak melaksanakan ekspose atau gelar perkara kasus Mirna Salihin.
"Yang terjadi adalah ketika akan gelar perkara, Jessica itu bertanya kepada Krishna Murti. 'Apa yang terjadi kalau seandainya, saya tidak mengakui dan lain sebagainya," ujar Prof Eddy menirukan perkataan Jessica kepada Krishna Murti.
Menurutnya, ketika itu Krishna Murti hanya mengingatkan Jessica soal apa yang akan memberatkan seorang tersangka jika memberikan keterangan berbelit-belit.
"Ya Krishna Murti menyampaikan apa adanya. 'Ya itu terserah kamu. Kalau kamu tidak mengakui, maka kamu dianggap berbelit-belit dan bisa menghambat persidangan, dianggap memberatkan.' Itu adalah atas pertanyaan Jessica kepada Krishna Murti ketika akan dilakukan gelar perkara," beber Eddy.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Prilly Latuconsina Bongkar Jam Kerja Sinetron Dulu: Tak Manusiawi
-
Ribuan Orang di Lampung Lepas Status Pengangguran, Tren Kerja Full-Time Melonjak
-
Kata-kata Mikel Arteta, Bukayo Saka Menjadi Pahlawan Emirates Stadium
-
Ekonomi Sulawesi Selatan Tumbuh 6,88 Persen, 170 Ribu Lapangan Kerja Baru Tercipta
-
Niat Mulia Berujung Duka: Pria Berbaju Koko Tewas Dihantam KRL Saat Lerai Tawuran di Duren Sawit
-
Promo A&W Selama Mei 2026: Buy 1 Get 1 di Hari-hari Spesial
-
Deklarasi Bali Sepakati Enam Poin Krusial untuk Transformasi SEA Games
-
Aqua Sanctuary di Milan Design Week: Cara Kamar Mandi Berevolusi Jadi Ruang Kesejahteraan Emosional
-
Proses Meninggalnya Sang Ayah Dianggap Indah, Bunga Zainal: Papa Pergi setelah Semua Anak Kumpul
-
Diam-diam Danantara Beli Saham GOTO, Nilai Transaksinya Dirahasiakan