Pasukan Israel hingga kini terus menggempur kawasan Gaza Palestina demi membalas serangan para gerliyawan Hamas pada sebelumnya. Sejak pecah perang antara Israel dengan kelompok Hamas, banyak bermunculan video di media sosial yang menampilkan kejadian peperangan tersebut.
Salah satunya video seorang tentara yang diunggah oleh akun TikTok @pengkhotbah1, beberapa waktu lalu.
Berdasar narasi yang tertera dalam video, seorang tentara yang disebut berasal dari Israel sengaja mengoleskan pelurunya pakai minyak babi itu agar anggota Hamas tidak mati syahid setelah tertembak peluru tersebut.
"Iseng banget tentara Israel, peluru-pelurunya dikasih minyak babi, biar Hamas kalau tertembak gak mati syahid, ga bisa ketemu 72 bidadari," demikian keterangan dalam video itu dilihat pada Rabu (18/10).
Sontak video tersebut langsung menjadi sorotan hingga dikomentari lebih dari 4000 netizen. Namun, banyak yang menyebut syahid atau tidaknya seseorang adalah kehendak Allah semata.
“Minyak babi itu tidak bisa menentukan syahid atau tidak, hanya Allah SWT yang tau,” ucap netizen.
“Kalo makan babi nya haram, kalau peluru terkena minyak babi gak ada ngaruh cuy,” timpal netizen lain.
Ada juga yang menyebut bahwa tentara Israel sedang melawak.
“Ketika tentara Israel ngelawak,” tulis netizen disertai emoji batu.
Baca Juga: Sebut Prof Eddy Hiariej Sudah Berkata Jujur, Otto Hasibuan Girang: Thank You...
Namun setelah diusut, video tentara yang mengoleskan lemak babi pada peluru bukanlah anggota IDF melainkan tentara Ukraina yang sedang berperang dengan Rusia.
Diberitakan sebelumnya, dalam perang Rusia kontra Ukraina, tentara muslim dari Chechnya juga ikut bertempur membantu Rusia, Oleh sebab itu, tentara Ukraina mengolesi lemak babi ke pelurunya untuk melawan tentara muslim Chechya.
Video tersebut pun sudah diunggah lebih dari satu tahun yang lalu pada kanal Youtube Ukrainian National Guard.
Berita Terkait
-
Mayang Curhat Dituding jadi Penyebab Ibunya Meninggal, Netizen: Mau Sedih, Tapi Gak Ada yang Mikir Begitu
-
Mencekam! Stasiun Sudirman Penuh Sesak Orang Bak Film Korea Train To Busan
-
Thibaut Courtois Bersedih soal Kondisi Perang di Israel, Fans Real Madrid Terbelah?
-
Soroti Gaya Berperang Hamas Palestina, Youtuber Israel Sebut Negaranya Mustahil Dikalahkan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel