Youtuber asal Israel yang fasih berbahasa Indonesia, Geva Hadaya mengklaim Israel selalu memberi tahu waktu dan lokasi sebelum melakukan serangan terhadap kelompok Hamas Palestina. Hal itu disampaikan Geva Hadaya saat melakukan video conference bersama dua pria asal Indonesia.
Dilihat akun TikTok @@liber_999 pada Rabu (11/9), Geva Hadaya bahkan mengaku belum pernah melihat negara seperti Israel yang justru memberi peringatan sebelum melakukan serangan kepada kelompok musuhnya.
“Saya belum pernah lihat dua bangsa yang perang di antara mereka, dan satu sebelah kasih peringatan ke musuhnya di mana dan kapan mereka akan menyerang,” beber Geva Hadaya.
Dia pun mengklaim jika kelompok Hamas Palestina bahkan mengetahui peringatan Israel tersebut, dan ikut menyelamatkan diri menjauhi target lokasi serangan. Geva Hadaya menyebut hal itu dilakukan oleh Israel sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan penduduk Palestina.
“Karena Hamas juga tahu dan lari, itu betul-betul sesuatu yang aneh bagaimana Israel bisa kasih mereka peringatan karena mereka (Hamas) pasti lari. Israel tahu mereka lari dan ini percis alasannya supaya bisa kasihan atas orang penduduknya,” ucapnya lagi.
Soal perang yang tengah terjadi antara Hamas dan Israel saat ini, Geva Hadaya meyakini bahwa Hamas tidak mungkin menang terhadap Israel lantaran masih memakai cara konvensional seperti yang dilakukan sekarang.
Namun, Geva Hadaya menyampaikan, hanya ada satu cara yaitu lewat propaganda media yang memang sudah dilakukan oleh Hamas untuk menghancurkan nama Israel.
“Kalau dari sebelah Hamas, makin (banyak) korban ada di Gaza, makin (kencang) propaganda anti-Israel. Karena kalau Hamas cara perang biasa, konvensional, tidak mungkin bisa musnahkan Israel saat ini. Cara yang mana mereka bisa menang terhadap Israel, menghancurkan Israel, secara media untuk menghancurkan nama Israel,” beber Geva Hadaya.
Diketahui, Pemerintah Israel resmi menyatakan perang dan terus menggempur kota-kota di Palestina untuk membalas serangan dari kelompok Hamas pada Sabtu (7/10) lalu. Akibat perang tersebut, korban jiwa dan luka-luka terus berjatuhan, termasuk warga sipil.
Dikutip Al Jazeera, 1.000 lebih orang dari pihak Israel dan 921 warga Palestina dilaporkan tewas serta ribuan lainnya luka-luka atas peperangan tersebut.
Berita Terkait
-
Youtuber Geva Hadaya Sesalkan Sikap Warga Indonesia: Mereka Selalu Bilang Israel Jahat!
-
Usai Salam Yahudi, Viral Video Aktivis Pro Israel Pidato Pakai Baju Bintang Daud di Ponpes Al Zaytun: Panji Gumilang Nantang Nih?
-
Ungkit Kekejian Israel ke Palestina, Pastor Protes Aksi Bupati Anne Segel Gereja: Ini Namanya "Penjajah" Teriak "Penjajah!"
-
Rakyat Palestina Diserang saat Ibadah, Din Syamsuddin: Serangan Tentara Israel ke Masjid Al-Aqsa Sungguh Biadab dan Langgar HAM Berat!
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Mobilitas Kian Padat, Hyundai New CRETA Hadirkan Kabin Nyaman untuk Temani Setiap Perjalanan
-
Kendal Tornado FC Datangkan Kiper Timnas Indonesia U-20 Er Deva Aulia Egon
-
Danantara Mulai Bidik Saham BEI
-
Kertajati Disiapkan Jadi Hub Dirgantara, Pemerintah Bidik Pasar Asia Pasifik US$138 Miliar
-
TVS Apache Rayakan 7 Juta Pengendara di 90 Negara, Perkuat Warisan Balap Lewat Kampanye Global
-
Rupiah Konsisten Menguat, Tapi Masih di atas Rp18.000 per Dolar AS
-
Muktamar ke-35 PBNU Segera Digelar: Gus Ipul Ungkap Sosok yang Berpeluang Pimpin Nahdlatul Ulama
-
Punya Kuasa Ambil Alih Kasus Febrie, KPK: Tapi Bukan Seperti Memungut Barang di Jalan!
-
Isu Appi Pindah ke Partai Gerindra Menguat
-
Tak Lagi Polos, Deodorant Tawas Kini Punya Aroma yang Lebih Personal