Suara.com - Bumi Nusantara sangat kaya dengan kulinernya. Namun hingga kini belum ada yang mengangkat tema ini ke layar lebar. Hal inilah yang mendorong sutradara Andrianto Dewo membuat film "Tabula Rasa" yang mengangkat khazanah kuliner Indonesia
"Tabula Rasa" adalah film yang pertama kali mengangkat kuliner khas di Indonesia, kata Adrianto Dewo, di sela pelncuran film Tabula Rasa di Jakarta, Kamis (18/9/2014).
Ia menambahkan, di banyak negara, pasti ada satu film yang mengangkat kuliner khas mereka. Bahkan, di negara-negara maju, film tentang kuliner bisa diangkat berkali-kali, contohnya Perancis dengan salah satu film terkenal "Ratatouille".
Dalam kesempatan sama, Produser Sheila Timothy menjelaskan dipilihnya tema kuliner karena dilatarbelakangi pengalaman hidupnya yang mirip dengan cerita di film itu.
"Idenya 2010, ibu saya yang jago masak ketika bapak meninggal, ibu tetap bertahan dan bangkit dengan tetap memasak dan memberikan masakan itu ke sesama," katanya.
Dia menambahkan tujuan lainnya, yakni untuk memotret keberagaman Indonesia dari hal yang sederhana, yakni makanan. Dalam film "Tabula Rasa", ada perpaduan antara Barat, yang diwakili Sumatera Barat dan Timur yang diwakili Serui, Papua.
"Sekarang ini masalah keberagaman makin banyak dipermasalahkan, saya enggak mau bicara secara berat dan ceramah. Saya ingin menampilkan 'point of view' (sudut pandang) yang berbeda, sesuatu yang polos yang 'innocent'," katanya.
Tabula Rasa merupakan film ketiga produksi LifeLike Pictires yang akan dirilis pada 25 September ini. Film yang naskahnya ditulis oleh Tumpal Tampubolon itu menghadirkan sebuah drama keluarga yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dengan menggunakan kekayaan kuliner tanah Minang sebagai poros cerita. Llewat film ini Adriyanto Dewanto mengajak penonton menyusuri kehidupan sehari-hari warga tanah Minang.
"Tabula Rasa" dibintangi oleh Dewi Irawan, Yayu Unru, Ozzol Ramdan dan merupakan debut bagi Jimmy Kobogau untuk berperan sebagai pemeran utama. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Lebih Bagus Smart TV atau Android TV? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Harga di Bawah Rp3 Juta
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
6 Fakta Film Taj Mahal: An Eternal Love Story, Kembali Tayang di Bioskop untuk Rayakan Valentine
-
Sentil Toxic Relationship, Awdella Rilis Aku Juga Manusia: Jangan Sampai Kehilangan Diri Sendiri
-
Selain Wakaf Alquran, Taqy Malik Pernah Dicari Polisi Arab Saudi Gara-Gara Jual Sedekah Makanan
-
Imbas Taqy Malik Salurkan Wakaf Ribuan Alquran, Pekerja di Tanah Suci Bisa Terancam Dideportasi
-
Salurkan Wakaf Alquran di Tanah Suci, Taqy Malik Diingatkan Teman Berisiko Dipenjara
-
Jule Mendadak Jadi Pahlwan di Perang Knetz vs SEAblings
-
Sinopsis dan Fakta Menarik Climax, Drakor Comeback Ha Ji Won Setelah 4 Tahun Bareng Ju Ji Hoon
-
Sinopsis 5 Film di Netflix Paling Banyak Ditonton per Hari Ini, Masih Didominasi Horor
-
Sinopsis Film Something Very Bad Is Going to Happen: Teror Salah Menikah
-
Bawa Gen Alpha ke Surabaya Era 60-an, Film Na Willa Janjikan Keajaiban Lewat Kacamata Bocah 6 Tahun