Entertainment / Gosip
Jum'at, 13 Februari 2026 | 21:00 WIB
Taqy Malik [Instagram/taqy_malik]
Baca 10 detik
  • Aksi Taqy Malik membawa ribuan mushaf memicu pengetatan keamanan yang mengancam pekerja Indonesia di Tanah Suci dengan sanksi penjara hingga deportasi dan blacklist 10 tahun.
  • Otoritas Arab Saudi melarang keras praktik jual-beli mushaf secara online, sehingga distribusi dalam jumlah besar dianggap sebagai aktivitas komersial ilegal, bukan sekadar ibadah.
  • Taqy Malik dituding mengambil keuntungan yang sangat besar karena mematok harga 80 riyal, sementara harga pasar maksimal hanya 50 riyal.

Suara.com - Taqy Malik dituding temannya sendiri, Randy Permana, menjalani bisnis wakaf mushaf Alquran. Ini karena Taqy mematok harga per mushaf 80 riyal atau setara Rp330 ribu.

Padahal menurut Randy yang jadi bekerja sebagai tour guide di Arab Saudi, harga mushaf yang termahal hanya 50 riyal.

"Selisihnya, keuntungan yang dia ambil itu lebih banyak ketimbang beli mushafnya," kata Randy Permana saat wawancara virtual pada Jumat, 13 Februari 2026.

Masalah kedua, menurut Randy, Taqy Malik membeli mushaf dalam jumlah banyak, yakni mencapai ribuan.

Dari situ, otoritas Arab Saudi mencurigai ada praktik curang.

"Pihak otoritas keamanan masjid menilai bahwa mushaf ini diperjualbelikan oleh jamaah secara online, dan itu secara aturan dilarang," ucapnya.

Hal ini lannjut Randy, dapat memberikan dampak buruk terhadap pekerja di Tanah Suci, termasuk dirinya. Mereka yang juga menyalurkan wakaf secara wajar, akan turut dicurigai dan disoal.

"Mungkin pertama kita akan ditandai dengan namanya cap sidik jari lah. Dalam arti kita ditandai bahwa kita pernah ada masalah," kata Randy Permana.

Randy Permana tidak bicara asal bicara. Temannya pernah ditangkap dan dipenjara karena dianggap memperjualbelikan mushaf Alquran.

Baca Juga: Salurkan Wakaf Alquran di Tanah Suci, Taqy Malik Diingatkan Teman Berisiko Dipenjara

"Pernah teman di penjara tiga hari, tujuh hari, bahkan yang sepuluh hari pun ada," kata lelaki yang bekerja sebagai tour guide selama 5 tahun ini.

Kemungkinan terburuk, mereka bisa saja dideportasi. "Ketika mengulangi lagi atau apa, kemungkinan bisa langsung dideportasi dengan blacklist tidak bisa masuk Saudi selama sepuluh tahun," jelasnya.

Saking gemasnya ke Taqy, Randy dan teman-temannya sempat berencana melaporkan praktik tersebut kepada pihak kepolisian di Madinah.

"Sebenarnya kemarin itu pengennya saya tunggu, dia datang ke Madinah kita tinggal langsung tunjukin ke polisi, selesai dia. Biar diselesaikan di sini, di Saudi gitu kan," katanya.

Tapi niat tersebut diurungkan. Randy Permana memilih jalan lewat media sosial dengan cara menegurnya.

"Makanya saya pun menunggu kalau Taqy mau secara berdebat," kata Randy Permana.

"Ya mungkin aku rasa ilmu agamanya dia jauh lebih lebih hebat daripada saya, tapi ya mohon maaf saya yang lebih tahu kondisi di Makkah dan Madinah daripada dia," ujarnya lagi.

Load More