Suara.com - Musisi Ahmad Dhani berinisiatif membentuk kementerian di luar pemerintahan Presiden Jokowi. Lembaga itu dinamai Kementerian Seni dan Industri Kreatif. Ide itu, kata Dhani, datang dari kegelisahan teman-temannya di kalangan seniman. Mereka kecewa Jokowi meniadakan kementerian yang membidangi seni dan industri kreatif dalam Kabinet Kerja.
"Kemarin saya didatangi beberapa musisi dan pelaku film yang nggak bisa saya sebut namanya. Ada juga musisi yang juga anggota DPR. Kita merasa perlu membuat kementerian bayangan," kata Dhani dalam jumpa pers di kediamannya di bilangan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat (31/10/2014).
Menurut Dhani, peran Kementerian Seni dan Industri Kreatif sangat vital. Lembaga ini merupakan wadah para pelaku seni di Indonesia. Ayah beranak 4 itu tak habis pikir Jokowi dan JK menghapus kementerian tersebut.
"Padahal, seperti janji Mas Joko (Jokowi) didebat, dia kan ngomongin industri kreatif. Tapi ternyata di kabinetnya tidak ada," ujarnya.
"Maka dari itu sebenarnya perlu ada sebuah pemerintah yang dukung sektor kesenian dan industri kreatif," katanya lagi.
Dhani menambahkan, tugas dari kementerian bayangan salah satunya melebarkan kiprah para pelaku seni, seperti musisi misalnya. Dia ingin Indonesia bisa seperti Korea yang berhasil menduniakan K-Pop.
"Jadi kita berharap semoga kementerian seni dan insudtri kreatif bayangan ini bisa bersaing secara sehat untuk memberikan dukungan kepada pelaku seni dan melebarkan ke kancah internasional," jelas Dhani. (Yazir Farouk)
Tag
Berita Terkait
-
Intip Foto-Foto Prewedding El Rumi dan Syifa Hadju Jelang Pernikahan, Kental Nuansa Jawa
-
Unggahan Ahmad Dhani Soal Royalti Tuai Kritik di Tengah Kabar Duka Vidi Aldiano
-
Fariz RM Bantah Jadi Dewan Pembina AKSI: Saya Belum Terima Tawaran
-
Ahmad Dhani Bocorkan Jadwal Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju: Bulan April
-
Ahmad Dhani Bandingkan Ariel NOAH dengan Musisi Senior soal Izin Lagu di Kongres Komposer
Terpopuler
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
Pilihan
-
Trump Ditinggal Tangan Kanan, Direktur Kontraterorisme AS Joe Kent Mundur
-
Waspada Puncak Arus Mudik Besok! 187 Ribu Orang Bakal Padati Bandara Soekarno-Hatta
-
Rudal Iran Hantam Jantung Israel Malam Ini, Saksi Mata: Bumi Bergetar seperti Gempa
-
Ledakan Besar di Baghdad! Kedutaan AS Diserang Drone dan Roket
-
Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
Terkini
-
Baim Wong Beri Kode Honor Reza Rahadian, Setara 2 Lamborghini?
-
Ditinggal Ammar Zoni, dokter Kamelia Kepincut Reza Arap?
-
Ian Wibisono Drummer Rocker Kasarunk Meninggal Dunia
-
Olah TKP Kasus Zina Inara Rusli Makan Waktu 1 Jam, Tak Ada Rekonstruksi Adegan
-
7 Potongan CCTV Jadi Bukti Kasus Zina Inara Rusli, Diragukan Ada Unsur Pidana
-
Sudah Dipastikan Hoaks, Tiket Pesawat Garuda Rp200 Juta Jadi Guyonan: Ini Mau ke Bulan?
-
Diduga Antivaksin, Patricia Gouw Buru-Buru Klarifikasi: Aku Bawa Dokter ke Singapura!
-
Pengacara Inara Rusli Akui Ada Rekaman CCTV: Tidak Perlihatkan Penetrasi, Hanya 2 Menit
-
Hounds of War: Simfoni Balas Dendam yang Brutal, Sahur Ini di Trans TV
-
Tayang di Vidio, Film Ordinary Person Angkat Kisah Kelam Korea 1987