Suara.com - Musisi sekaligus anggota Komisi X DPR Anang Hermansyah menyorot kurangnya bangunan sekolah dasar (SD) di Tanah Air. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) setidaknya terdapat 10.985 desa yang belum memiliki SD. Harus ada langkah simultan untuk mengatasi masalah tersebut dengan melakukan koordinasi antarkementerian.
Dalam siaran pers yang diterima redaksi suara.com, Anang mendesak pemerintah memprioritaskan ketersediaan SD di 10.985 desa sebagai wujud implementasi konstitusi.
"Pemerintah seharusnya memprioritaskan ketersediaan SD di 10.985 desa seluruh Indonesia yang belum memiliki SD," ujar Anang di Jakarta, Selasa (25/8/2015).
Lebih lanjut Anang mengatakan, diperlukan koordinasi antarkementerian guna memenuhi ketersediaan sekolah dasar. Kementerian yang dimaksud politisi PAN yakni Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Dalam Negeri serta Kementerian Desa.
"Tiga kementerian itu harusnya duduk bersama untuk menyelesaikan masalah tersebut," ujar anggota DPR Dapil Jatim IV ini.
Untuk membangun 1 Desa 1 SD, tambah Anang, pemerintah dapat memberikan dana sebesar Rp100 juta "Kira-kira dibutuhkan dana sekitar Rp2 triliun untuk memenuhi kebutuhan ini," sambungnya.
Anang juga menagih janji Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan terkait pengentasan keterdidikan. Hal ini semestinya diwujudkan dengan ketersediaan infrastruktur bagi anak-anak khususnya di desa yang belum memiliki SD.
"Bagaimana bisa mengentaskan keterdidikan bila bangunan sekolah tidak ada. Retorika harus dibarengi dengan implementasi di lapangan," seru Anang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Rekan Seprofesi Bedah Kesalahan Shindy Lutfiana MC Cerdas Cermat MPR, Argumentasinya Menohok
-
Kisah Perjuangan Ardhito Pramono: dari Pengamen dan Barista hingga Jadi Musisi Sukses
-
Bocah di Aceh Ditemukan Meninggal Dunia Usai Tinggalkan Surat "Ampun"
-
Viral Pengakuan Turis Jepang soal Prostitusi Anak di Blok M
-
Selain Josepha, Guru Pendamping Juga Dibungkam Juri Indri Wahyuni di Lomba Cerdas Cermat
-
Dipaksa Imam Darto, Ardhito Pramono Rela Tampil Culun Demi Film Gudang Merica
-
Ahmad Dhani Terang-terangan Rendahkan Indonesian Idol: Kalau Enggak Ada Judika, Basi Lah!
-
Siswi SMAN 1 Pontianak yang Protes di LCC Empat Pilar MPR Kini Ditawari Beasiswa ke China
-
Makin Terbuka, Ardhito Pramono Blak-blakan Soal Hubungannya dengan Davina Karamoy
-
Permintaan Maaf MC LCC Empat Pilar MPR RI Malah Picu Perdebatan Baru