Suara.com - Ramdan Alamsyah, kuasa hukum musisi Ahmad Dhani menganggap wajar jika polisi melakukan penjemputan paksa terhadap pengacara Farhat Abbas. Pasalnya, ini bukan kali pertama dia mangkir dari panggilan.
"Ini sudah tidak menghargai prosedur hukum yang ada," katanya.
Sebelumnya, Farhat dua kali mangkir saat polisi hendak melimpahkan berkas tahap ke-2 ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta. Kemarin, Kamis (10/9/2015), Ramdhan mendatangi Polda Metro Jaya guna memantau proses hukum yang sedang bergulir.
"Kehadiran kami di sini sebagai kuasa hukum Dhani ingin memastikan agenda tahap dua yang semestinya sudah dilakukan tapi belum terlaksana sampai sekarang," kata kuasa hukum Dhani, Ramdan Alamsyah ditemui di Polda Metro Jaya, Kamis (10/9/2015).
Ramdan sempat menanyakan upaya polisi terkait mangkirnya Farhat. Dia berharap polisi segera menjemput paksa mantan suami Nia Daniati itu agar perkara ini bisa segera disidangkan.
"Kami dapatkan info FA dalam masa pencarian oleh pihak kepolisian. Secara normatif hukum polisi memang berhak membawa paksa ataupun penangkapan bersangkutan," ujarnya.
Farhat menjadi tersangka setelah dilaporkan Dhani terkait kasus pencemaran nama baik dan fitnah melalui twitter.
Dalam kicauannya, Farhat mengomentari kecelakaan Dul-putra Dhani-yang merenggut tujuh nyawa. Kejati DKI Jakarta juga telah menyatakan berkas Farhat P21 atau lengkap.
BERITA MENARIK LAINNYA:
Mangkir Dipanggil Polisi, Farhat Malah Ajukan Praperadilan
Seekor Anak Ular Ditemukan dalam Air Mineral Kemasan
Minum Susu Campur Vodka, Bayi 6 Minggu Lolos dari Maut
Adu Statement dengan Aurel, KD: Saya Kecolongan
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
Pilihan
-
Trump Ditinggal Tangan Kanan, Direktur Kontraterorisme AS Joe Kent Mundur
-
Waspada Puncak Arus Mudik Besok! 187 Ribu Orang Bakal Padati Bandara Soekarno-Hatta
-
Rudal Iran Hantam Jantung Israel Malam Ini, Saksi Mata: Bumi Bergetar seperti Gempa
-
Ledakan Besar di Baghdad! Kedutaan AS Diserang Drone dan Roket
-
Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
Terkini
-
Baim Wong Beri Kode Honor Reza Rahadian, Setara 2 Lamborghini?
-
Ditinggal Ammar Zoni, dokter Kamelia Kepincut Reza Arap?
-
Ian Wibisono Drummer Rocker Kasarunk Meninggal Dunia
-
Olah TKP Kasus Zina Inara Rusli Makan Waktu 1 Jam, Tak Ada Rekonstruksi Adegan
-
7 Potongan CCTV Jadi Bukti Kasus Zina Inara Rusli, Diragukan Ada Unsur Pidana
-
Sudah Dipastikan Hoaks, Tiket Pesawat Garuda Rp200 Juta Jadi Guyonan: Ini Mau ke Bulan?
-
Diduga Antivaksin, Patricia Gouw Buru-Buru Klarifikasi: Aku Bawa Dokter ke Singapura!
-
Pengacara Inara Rusli Akui Ada Rekaman CCTV: Tidak Perlihatkan Penetrasi, Hanya 2 Menit
-
Hounds of War: Simfoni Balas Dendam yang Brutal, Sahur Ini di Trans TV
-
Tayang di Vidio, Film Ordinary Person Angkat Kisah Kelam Korea 1987