Suara.com - Hanung Bramantyo menyatakan dukungannya kepada pemerintah Indonesia soal rencana dibukanya Daftar Negatif Investasi (DNI) di bidang usaha bioskop oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Kementrian Perdagangan (Kemendag), juga didukung Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).
"Justru dicabutnya DNI di usaha bioskop akan menempatkan para kreator film di Indonesia, berada selevel dengan para kreator film dari mancanegara," kata pimpinan rumah produksi Dapur Film ini kepada media di Jakarta, baru-baru ini.
Menurutnya, tidak ada alasan para pelaku di industri film untuk menolak dibukanya DNI. Baginya, yang menolak DNI justru orang yang tidak punya rasa percaya diri.
"Mereka yang menolak itu orang-orang inferior, rendah diri, dan takut persaingan dan hanya memikirkan usahanya sendiri, karena takut bisnisnya terancam," ucapnya.
Suami Zaskia Adya Mecca ini melihat di masa depan akan ada pintu relasi antarpelaku di industri film semakin lebar. Begitu juga ada transfer ilmu pengetahuan.
Hanung menambahkan, dengan dibukanya DNI, pintu relasi antarpekerja film justru akan semakin terbuka lebar, dan dengan demikian ada transfer ilmu pengetahuan di dalamnya.
Dampak lainnya, kata dia, para pekerja film tidak perlu repot-repot menimba ilmu di luar negeri. "Karena pihak luar telah datang ke mari dan menjalin kerjasama dengan kita," katanya.
Dibukanya DNI di bidang usaha bioskop juga akan diapresiasi oleh pemimpin MD Entertainment Manoj Punjabi. Menurutnya, semakin banyak bioskop akan semakin bagus.
Manoj melihat akan ada kesempatan lebih besar untuk mendapatkan 20 juta penonton dari film-film yang diproduksi dalam negeri. "Jadi, dibuka saja, kenapa harus takut,” ujar dia.
Ucapan setuju juga disampaikan Raam Punjabi selaku pimpinan Multi Vision Plus. Dia mengaku telah produksi film di sejumlah negara Asia Tenggara seperti Filipina, Vietnam, Thailand, dan Kamboja. Bahkan tekah berproduksi di AS.
"Karena di sejumlah negara itu usaha bioskop telah lepas dari DNI," tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Viral Pacar Sarwendah Diduga Pakai Jam Patek Philippe Palsu, Ini Cara Bedakan Asli dan KW
-
Lawan Stroke dengan Karya, Anggia Novita Debut Jadi Produser OST Film Juminten Edan
-
Membludak! Audisi Miss Indonesia 20th Catat Peningkatan Peserta di Sejumlah Kota
-
Profil dan Pekerjaan Kevin Gusnadi, Pacar Baru Ayu Ting Ting Akhirnya Go Public
-
Jusuf Kalla Sebut Tanah Runtuh Bukan Sekadar Film, Tapi Media Pembelajaran
-
ARTJOG 2026 Angkat Kisah Luka dan Warisan Antar Generasi Melalui Seni
-
Mad World: Kolaborasi Hard Lights dengan Musisi Kelas Dunia Bergaya Techno Crossover
-
Gisella Anastasia Perdana Main Sinetron, Langsung Jadi Tokoh Utama
-
Keliling Lima Kota, Soundrenaline 2026 Tawarkan Cara Baru Menikmati Festival Musik di Indonesia
-
Davina Karamoy Korban Hanania Travel, Uang Rp164 Juta untuk Daftar Haji Terancam Lenyap